RADAR JOGJA – MUI Provinsi DIJ menyarankan warga untuk menyelenggarakan ibadah Salat Id di rumah. Itu berdasarkan Tausiah Majelis Ulama Indonesia Provinsi DIJ Nomor: A-465/MUI-DIY/V/2020 tentang Penyelenggaraan Salat Sunnah Idul Fitri di Rumah yang ditetapkan di Jogjakarta, 14 Mei 2020.

Ketua Umum MUI Provinsi DIJ KH Thoha Abdurahman dalam pers rilis yang dikirimkan ke Radar Jogja, Selasa (19/5), menyatakan, setelah menimbang bahwa Covid-19 telah tersebar maka diperlukan langkah pencegahan dan penanggulangan agar tak meluas.

”Bahwa oleh karena itu dipandang perlu memberikan tausiah tentang Penyelenggaraan Ibadah salat sunnah Idul Fitri di rumah dalam situasi terjadi wabah Covid-19 untuk dijadikan pedoman bagi masyarakat DIJ,” ujarnya.

MUI menjelaskan, ketentuan hukum Salat Idul Fitri hukumnya Sunnah Muakaddah, boleh dilakukan sendiri tanpa khotbah atau dilakukan berjamaah dengan khotbah dan khotbah itu hukumnya bukan rukun. Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama.

”Pada kondisi darurat seperti sekarang ini, dan pada saat sampainya tanggal 1 syawal 1441 H. Kondisi masih dikhawatirkanya risiko penularan covid-19, maka salat sunnah Idul fitri dianjurkan diselenggarakan di rumah masing-masing. Karena jika dilakukan di masjid atau di lapangan yang melibatkan banyak orang dikhawatirkan berpeluang terjadinya penularan virus secara masal,” jelasnya.

Sedangkan untuk tata cara Salat Idul Fitri di rumah, pertama tempat yang digunakan salat suci dari dari hadas atau najis. Kemudian dimulai dengan ucapan sholahtu jamiah. Kedua, menghadap kiblat. Niat salat sunnah Idul Fitri. Mengucapkan Takbiratul ihram Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan, kemudian membaca doa iftitah dan membaca takbir 7 kali dengan mengangkat ke dua tangan dan di sela-sela takbir membaca tasbih secara sirri atau pelan.

Dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah dan surat pendek dari Alquran yang dihafal, ruku, sujud duduk di antara sujud dan sujud kedua serta berdiri lagi. Pada rakaat kedua membaca takbir 5 kali seraya mengangkat tangan dan di sela-sela takbir membaca tasbih secara sirri atau pelan (subhanallah walhamdulillah wa laa illa ha illa llahu Allah akbar) kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal dan diakhiri salam.

”Setelah selesai salat dua rakaat, seorang imam melanjutkan membaca khotbah singkat 5 menit atau tidak membaca khotbah juga tidak apa apa, hukumnya Salat Ied dianggap sah. Salat Idul Fitri yang terlaksana di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri,” jelasnya. (ila)