RADAR JOGJA – Selama gelaran Operasi Ketupat Progo 2020 yang dilaksanakan oleh Kepolisian Daerah Istimewa Jogjakarta (Polda DIJ) sudah ada 504 kendaraan dari zona merah covid-19 yang dihalau masuk ke wilayah Jogjakarta. Sebagaimana diketahui, upaya tersebut merupakan fokus operasi dari kepolisian untuk mencegah sebaran covid-19.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yulianto mengatakan, dalam Operasi Ketupat Progo 2020 yang digelar pada 24 April hingga 14 Mei, petugas kepolisian menekankan beberapa prioritas guna mencegah penyebaran Covid-19 masuk ke wilayah Jogjakarta. Diantaranya, melakukan penyekatan dengan mendirikan check point di empat wilayah perbatasan. Serta melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang ingin masuk ke DIJ.

Dijelaskan Yuli, selama 21 hari pelaksanaan operasi ketupat progo tersebut total ada 11.858 kendaraan yang sudah diperiksa. Dengan rincian, untuk check point Temon ada sebanyak 3.337 kendaraan, Tempel 3.838 kendaraan, Prambanan 4.004 kendaraan dan Bedoyo 843 kendaraan.

Yuli melanjutkan, 504 kendaraan diantaranya harus diputar balik karena tidak memenuhi syarat sebagai pemudik yang aman dari covid-19. Jenis kendaraan yang dihalau pun beragam, mulai dari mobil pribadi, sepeda motor hingga kendaraan tanpa surat-surat.  ”Apabila ingin masuk, pemudik harus memenuhi syarat dengan kelengkapan sesuai protokol dengan protokol kesehatan,” jelas Yuli.

Adapun persyaratan umum, pemudik wajib membawa surat keterangan sehat dan bebas Covid-19 dan kartu tanda pengenal (KTP) untuk diperlihatkan kepada petugas penjaga perbatasan. Kemudian, surat keterangan dari instansi terkait apabila berasal dari kalangan pemerintah, swasta dan pelajar. “Sasaran kami adalah kendaraan dari zona merah, bila tidak memenuhi syarat dan kelengkapan dengan terpaksa kami minta untuk putar balik,” ujarnya.

Yuli menambahkan, selama 21 hari pelaksanaan operasi ketupat progo 2020 ini Polda DIJ juga melakukan pencataan terhadap jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah Jogjakarta. Selama periode 24 April -14 Mei 2020, ada 28 kejadian kecelakaan. Dengan korban luka-luka sebanyak  7 orang dan kerugian materi Rp. 9,4 juta.

Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ juga melaksanakan operasi pemeriksaan di tiga wilayah perbatasan, diantaranya Temon, Tempel dan Prambanan. Kepala Dishub DIJ Tavip Agus Rayanto menyatakan, dalam kegiatan yang dilakukan itu pihaknya bekerja sama dengan petugas TNI, Polri dan pemerintah kabupaten setempat.

Dijelaskannya, dalam operasi tersebut pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengakapan dokumen kesehatan pemudik yang ingin masuk ke Jogjakarta. Seperti surat keterangan dokter dan dokumen pernyataan negatif Covid-19 dari hasil rapid test. (inu/bah)