RADAR JOGJA – Hari Raya Idul Fitri 1441 H akan disambut tanpa syiar keagamaan takbir keliling seperti tahun-tahun sebelumnya. Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sepakat meniadakan agenda tersebut. Tertuang dalam Maklumat Bersama tentang pelaksanaan rangkaian ibadah Idul Fitri 1441 H/2020 M dalam masa tanggap darurat pandemi Covid-19 di wilayah DIJ.

Ditandatangani Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIJ Arif Jamali Muisdi dan Wakil Ketua PWNU DIJ Fahmy Akbar Idries, Ahad (18/5). Bertempat di Ruang Rapat PTSP Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIJ.

Kepala Kanwil Kemenag DIJ Edhi Gunawan yang juga menandatangi maklumat tersebut menjelaskan, semua pihak yang menandatangi maklumat itu telah bersepakat dan berkomitmen mencegah dan memutusan rantai penyebaran Covid-19.

“Oleh karena itu seluruh elemen masyarakat DIJ agar mentaati,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut juga melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diwakili Sekretaris Umum MUI DIJ KRT H Amad Muhsin. Ada pula Kapolda DIJ yang diwakili Dirbinmas AKBP Anjar Gunadi, Danrem 072/Pamungkas diwakili Kol Kav Puji Setiono selaku Kasrem 072/Pamungkas, Pemda DIJ diwakili Kabag Kebijakan Agama Djarot Margianto.

“Dari Gugus Tugas Covid-19 DIJ diwakili Ajun Eka Priyanti selaku Kasubbag umum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ,” tambahnya.

Isi maklumat tersebut terdiri dari tujuh poin penting. Pertama, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah.

Kedua, tata cara pembayaran dan pentasharufan zakat fitrah dan zakat mal harus menghindari kontak fisik.

Ketiga, kegiatan takbiran dilaksanakan di rumah masing-masing dan meniadakan takbir keliling.

Keempat, Salat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H dilaksanakan di rumah masing-masing baik sendiri maupun berjamah bersama keluarga ini, baik dengan khutbah ataupun tanpa khutbah.

Kelima, silaturahmi atau halal bi halal hari Raya Idul Fitri 1441 H dilaksanakan menggunakan sosial media/daring dengan menghindari pertemuan fisik atau kerumunan massa.

Keenam, semua kegiatan yang dilaksanakan harus sesuai ketentuan pemerintah dan mengikuti aturan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kami mengimbau masyarakat mematuhi Maklumat Bersama ini termasuk dalam kehidupan sosial dan kegiatan lainnya,” tandas Edhi. (sky/tif)