RADAR JOGJA – Apresiasi dan doa. Hal yang tidak perlu dibicarakan sebetulnya. Karena memang sudah seharusnya dilakukan, khususnya kepada tenaga medis. Orang-orang yang mengabdikan diri di garda terdepan penanganan pandemi Covid-19.

Apresiasi dan doa untuk tenaga medis pun diungkapkan dalam sebuah lagu berjudul

”Tak Terhitung” karya Tanpanada bersama Fanny ”Soegi Bornean” dan Devia ”Figura Renata”. Tanpanada berpersonel Erick (vokal), Fajar “Cepot” Leksono (vokal), Aristyakuver (etnik), Lutfi Firmansyah (Gitar/Vokal), Adi “Kempul” Prasetyo (gitar), Samid (bass), dan Lazuardy “Ambon” Inu (drum).

”Kami dedikasikan khusus untuk Tenaga Medis siapa pun dan dimana pun. Berisi dukungan, dorongan, termasuk pula ungkapan kasih untuk mereka,” ujar Erick dalam pers rilis yang dikirimkan ke Radar Jogja, Senin (18/5).

Dia mengungkapkan, kalimat-kalimat muncul dalam benak para personel yang kemudian diperlakukan sebagai lirik lagu, puisi, dan doa. Tiga hal itu mereka sambungkan dalam ruang rasa. Menjadi ritme yang dinikmati dalam satu kesatuan.

”Lagu ini merupakan karya kami bersama dua biduanita Semarang yakni, Fanny Soegiarto dari grup trio pop-folk Soegi Bornean dan Deviasita Putri dari grup duo pop Figura Renata. Dua biduanita yang mempunyai dedikasi dalam berkarya, dengan etika yang berkualitas,” tambah Fajar “Cepot” Leksono.

Lagu ”Tak Terhitung” berdurasi sekitar 6 menit. Berproses rekaman di studio 4WD Music Studio, Jalan Soekarno Hatta No. 233, Semarang dengan olahan mixing dan mastering oleh Antok Riyanto.

”Lagu ini merupakan lagu kedua, di luar album Diorama Kakofani (2017) yang kami kenalkan ke publik. Sebelumnya kami kenalkan lagu ”Bertapa”. Band ini berdiri di Semarang pada 20 Mei 2008. Sejak awal dibentuk, grup musik ini senang dalam eksplorasi. Tidak ada jenis musik khusus yang mereka pertahankan dalam berkarya,” tuturnya.

Tanpanada yang merupakan masyarakat terdampak pandemi ingin karya ini sebagai pengingat terhadap diri sendiri. Supaya tetap menjaga diri, menghadapi berbagai kabar dengan bijaksana, serta selalu menguatkan ketenangan batin. (ila)