RADAR JOGJA – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIJ bertambah sebanyak lima kasus, sehingga akumulasi kasus positif saat ini menjadi 199 kasus. Dalam penambahan terbaru, seluruhnya digolongkan dalam klaster Indogrosir.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan, penambahan diidentifikasi dengan kasus 197, perempuan 42 tahun warga Sleman; kasus 198, laki laki 32 tahun warga Sleman; kasus 199, perempuan 33 tahun warga Bantul; kasus 200, laki-laki 2 tahun warga Bantul; dan kasus 201,  perempuan 25 tahun warga Sleman.

“Riwayat dari kasus kasus ini semuanya berhubungan dengan klaster Indogrosir. Kasus 197 dan 198 adalah karyawan, sedangkan yang lainnya istri dan anak karyawan Indogrosir,” jelas Berty Minggu (17/5).

DIJ

Ia juga melaporkan penambahan pasien yang berhasil sembuh dari virus asal Wuhan, Tiangkok, tersebut. Terdapat delapan kasus yakni kasus 109, laki-laki 44 tahun warga Gunungkidul; kasus 124, laki-laki 39  tahun warga Kota Jogja; kasus 126, laki-laki 45 tahun warga Gunungkidul; kasus 129, laki-laki 46 tahun warga Sleman; kasus 130, laki-laki 48 tahun warga Bantul; kasus 133, perempuan 64 tahun warga Gunungkidul; kasus 134, perempuan 17 tahun warga Gunungkidul; dan kasus 135, perempuan 50 tahun warga Gunungkidul. “Total yang sembuh saat ini mencapai 88 kasus,” tuturnya.

Adapun sejumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dilaporkan meninggal. Dua pasien dengan identitas perempuan 64 tahun warga Sleman dan laki-laki 56 tahun warga Sleman telah menjalani uji swab. Sedangkan pasien laki-laki 64 tahun warga Sleman, belum sempat diambil spesimennya. “Pasien yang belum diambil swab memiliki riwayat penyakit tumor,” jelas Berty. Dengan demikian total PDP yang meninggal saat ini ada 21 orang. (tor/laz)