RADAR JOGJA – Rencana operasional armada Trans Jateng yang melayani perjalanan dari Stasiun Kutoarjo hingga Terminal Borobudur ditunda. Penundaan akibat pandemi virus korona (Covid-19). Seharusnya, perjalanan perdana dilakukan pada 1 Juli.

“Pemberitahuan dari Pemprov Jateng, operasional baru akan dimulai awal Agustus,” kata Kepala Dinas Perhubungan Purworejo, Bambang Gatot Seno Aji, kemarin (15/5).

Dijelaskan, layanan perjalanan trans Jateng Kutoarjo-Borobudur telah disediakan sebanyak 14 armada. Seluruh armada, sudah siap dan saat ini berada di karoseri. Pihaknya sudah mendapatkan desain gambar dari bus-bus yang akan berjalan. ‚ÄúDominan warna merah,” imbuh Bambang.

Diungkapkan, jika untuk mendukung kelancaran perjalanan Trans Jateng itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan melakukan beberapa persiapan. Setidaknya, ada persiapan beberapa selter untuk tempat penumpang.

“Keberangkatan utama dari Stasiun Kutoarjo dan ke terminal yang ada di samping BRI Kutoarjo,” imbuh Bambang.

Beberapa selter yang ada diantaranya di Pasar Kutoarjo, Pasar Burung Kutoarjo, di Kecamatan Bayan ada 2 Titik, seputar GOR Sarwo Edhi Wibowo, Sucenjurutengah, Pertigaan Seren, Berjan, Mranti dan Plaza. “Selanjutnya ada beberapa seltar lain di Maron, Pasar Kaliboto dan Kalijambe,” imbuh Gatot.

Dijelaskan jika sebelum ada keputusan mengenai rute, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan angkutan yang sudah ada. Setidaknya dari tiga opsi yang diajukan, angkutan umum yang ada membolehkan Trans Jateng melalui sebagian dalam kota. “Jadi nanti setelah beroperasi, kami pastikan tidak ada gejolak di lapangan,” imbuh Gatot.

Lebih jauh dikatakan jika keberadaan angkutan baru ini akan sangat menguntungkan dan bisa mengangkat pariwisata di Purworejo. Apalagi tarif yang dibebankan kepada penumpang amat murah, yakni Rp 2.000 setiap perjalanan. (udi/bag)