RADAR JOGJA – Umat Buddha Sekte Theravada Purworejo rencananya menggelar peringatan Puja Waisak lebih istimewa tahun ini. Namun, rencana tersebut tak terlaksana karena wabah virus korona (Covid-19).

Salah seorang umat Buddha Theravada saat ditemui di Wihara Buddhaloka Purworejo, Vijjasiri Widyarini, mengungkapkan, perayaan Waisak yang lebih istimewa itu sebenarnya sekaligus untuk meresmikan keberadaan wihara. Bangunan yang berada di belakang Pasar Baledono itu kini telah selesai dipugar atas bantuan dari berbagai donatur.

“Baru di tahun ini proses pembangunan yang sudah dilakukan beberapa tahun ini selesai. Tapi, rencana itu tidak dilakukan karena sesuai kebijakan dari pemerintah Jawa Tengah, bahwa tidak ada perayaan dalam detik-detik Waisak,” kata Widyarini Kamis (7/5).

Menurutnya, Wihara Buddhaloka yang memiliki dua lantai itu sekarang bisa digunakan secara optimal. Altar Buddha berada di lantai dua. “Karena ada Covid-19, ya kita tetap merayakan Waisak tapi dalam suasana terbatas saja,” imbuh Widyarini.

Meski ada kebijakan tidak menyelenggarakan perayaan detik-detik Waisak, Wihara Buddhaloka tetap melaksanaknnya. Dari sekitar 150 orang umat, hanya sekitar tiga orang yang mengadakan upacara.

“Khusus untuk warga yang lain diarahkan untuk menyelenggarakan peringatan di rumah masing-masing,” kata Widyarini, yang juga guru agama Buddha.

Umat Budha Theravada Purworejo sebelumnya melakukan pembersihan lokasi wihara. Ini dilakukan oleh para pemuda. Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Intinya, kami mengikuti anjuran yang diberikan pemerintah,” tambahnya.

Di sisi lain, ada kegiatan sosial yang dilakukan Budha Theravada. Yakni, pemberian paket bantuan bagi warga Buddha yang masih kekurangan. Bantuan itu diberikan sebelum puncak peringatan Waisak. (udi/amd)