RADAR JOGJA – Indonesia kehilangan Didi Kempot yang banyak memberikan semangat dalam mengarungi hidup.

Almarhum yang memiliki nama asli Dionisius Prasetyo telah memberikan sumbangsih bermakna saat menggalang dana sobat ambyar lewat konser di rumah beberapa waktu lalu, mengingatkan pentingnya solidaritas kala Indonesia hadapi pandemi Covid-19.

“Bangsa Indonesia jelas kehilangan sosok yang mampu menggerakan penggalangan dana hingga Rp 7 miliar lebih saat konser di rumah beberapa waktu lalu, membantu sesama di saat kita tengah hadapi pandemi Covid-19, kita semua kehilangan Didi Kempot yang meninggal di bulan suci Ramadhan ini, ” kata Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto, Rabu (6/5).

Menurutnya, lagu dan lirik yang dibuat sederhana, mudah diingat dan dinyanyikan oleh segenap kalangan membuat sosok Lord Didi menjadi milik semua orang.

“Lagunya kontekstual dengan keseharian persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, bukan sekadar soal patah hati semata yang dibuat tapi juga beragam lirik lagu bernada pesan semangat, selalu kuat hati dalam menghadapi masalah dan cobaan. Inilah saya kira yang bisa kita kenang dari Lord Didi, Godfather of Brokenheart,” kata Eko.

Lewat lagu Sewu Kutho, Layang Kangen penggemar lagu campursari dan keroncong telah menjadi bagian sejarah hidup jutaan penggemar atau sobat ambyar. Sementara melalui lagu Ojo Mulih, yang dirilis saat masa penanggulangan Covid-19, masyarakat di Indonesia diajak untuk mematuhi imbauan dengan pesan utama kepada para perantau agar tidak mudik atau pulang kampung.

Ada banyak kisah yang bisa ditulis guna mengenang sosok Didi Kempot. (ila)