RADAR JOGJA – Di Kota Jogja, dua eks narapidana yang baru menerima program asimilasi berinisial BA (20) dan AA (20) serta satu pemuda warga Kraton DA (18) harus berurusan dengan Jajaran Polsek Umbulharjo. Mereka berstatus tersangka karena melakukan tindak pidana pengancaman kekerasan dengan menggunakan senjata tajam (sajam).

Kapolsek Umbulharjo Kompol Achmad Setyo Budiantoro menjelaskan, kejadian bermula ketika DA terlibat masalah dengan seseorang. DA lalu mengajak seorang rekannya yang kini berstatus sebagai saksi untuk mencari keberadaan orang itu.  Dua napi asimilasi BA dan AA juga diundang. Mereka melakukan pertemuan di sebuah warung burjo daerah Ketandan.

“Mereka sepakat mencari seseorang. BA dan AA berboncengan menggunakan sepeda motor Kawasaki KLX. Sedangkan DA naik mobil Honda HRV yang dikemudikan saksi,” jelasnya di Mapolsek Umbulharjo, Senin (4/5).

Saat melintasi Jalan Kerto, Umbulharjo, BA dan AA yang tengah berboncengan dengan motor jenis trail, berpapasan dengan pelapor berinisial SDR (21) warga Sewon, Bantul. Karena motor yang dikendarai AA tidak menyalakan lampu motor, pelapor pun kaget dan meneriaki tersangka.  “Itu membuat pelapor kaget dan berteriak ‘hoe’. Karena tersinggung diteriaki, pelapor dikejar oleh pelaku sampai masuk  perkampungan Balerejo,” ucapnya.

Sesampainya di perkampungan, pelapor malah balik mengejar BA dan AA setelah mendapat bala bantuan dari warga sekitar. Pengejaran berlangsung hingga Jalan Timoho. Namun sesampainya di kawasan itu, warga sekitar kehilangan jejak. Melihat rekannya dikejar oleh pelapor, DA turun dari mobil sambil mengeluarkan pedang dan ikut mengejar pelapor bersama BA dan AA. “Karena itu pelapor berbalik arah dan terjatuh kemudian pelapor berteriak-teriak minta tolong,” tandasnya.

Teriakan minta tolong dari korban direspons oleh warga sekitar. Warga pun bergegas menolong korban dan mengamankan pelaku di Jalan Balerejo, Umbulharjo, sekitar pukul 04.00 kemarin (4/5).  Peristiwa itu lantas dilaporkan warga ke Polsek setempat. “Setelah dilakukan pemeriksaan dilakukan penyitaan satu sajam jenis pedang ukuran lebih dari 1 meter, satu celurit dan satu motor trail,” katanya.

Setyo menjelaskan, tersangka BA baru dibebaskan dari lembaga permasyarakatan (Lapas) Bantul. Sebelumnya BA terlibat kasus pencurian disertai tindak kekerasan. Sedangkan AA baru keluar dari Lapas Wirogunan. Dia terlibat kasus penganiayaan hingga meninggal dunia. “Kami hanya hadirkan dua (tersangka), karena AA sudah dijemput oleh Lapas Wirogunan,” jelasnya.

Adapun motif pelaku yakni ketersinggungan karena telah diteriaki oleh korban. Ketiganya disangkakan pasal 336 dan UU Darurat nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara. (tor/laz)