RADAR JOGJA – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo mengubah peruntukan Hotel Ganesha Purworejo sebagai hotel komersial menjadi hotel transit bagi perawat yang menangani virus korona dinilai tepat. Perawat dapat istirahat dengan nyaman di hotel tersebut. Sebab, mereka merasakan ketidaknyamanan saat pulang ke tempat tinggalnya.

Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Purworejo Heru Agung Prastowo kemarin (29/4). Menututnya, perawat menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan pasien Covid-19. Itu mulai penanganan langsung di rumah sakit maupun tahap penyaringan di fasilitas kesehatan.

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi kesalahpahaman antara anggota kita (perawat) dengan kos-kosan mereka. Jadi, ada semacam ketakutan dari pihak kos jika perawat tetap tinggal di sana,” kata Agung.

Dia menilai, hal itu beralasan. Sebab, masyarakat masih melihat risiko perawat membawa virus sangat besar. Padahal, seharusnya hal itu tidak terjadi karena pola penanganan yang dilakukan sudah mengikuti protokol yang ada.

“Kami menilai pemkab memberikan respons cepat. Sebelum di masyarakat semakin resah, langsung disediakan shelter untuk transit itu,” tambahnya.

Menurutnya, tempat transit yang memadai membuat perawat lega dan nyaman saat beristirahat. Selain itu, perawat akan lebih fokus dan tenang.
Dijelaskan, tempat transit yang disediakan pemkab menampung 44 perawat. Dia berharap jumlahnya ditambah dengan membuka beberapa shelter di tempat lain.

“Dari total 1.045 perawat yang ada dalam organisasi ini, memang sebagian besar bersinggungan dengan Covid-19,” katanya.

Terkait perawat yang berada di Hotel Ganesha, Agung menyebutkan, pihaknya memang memberikan tawaran terlebih dahulu terhadap perawat. Terutama untuk perawat yang merasa tidak nyaman dengan tempat tinggalnya. (udi/amd)