RADAR JOGJA – Sejumlah klub Liga 1 mulai mempertanyakan kucuran dana subsidi yang dijanjikan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga. Adapun jumlah subsidi yang belum dibayarkan yakni untuk Maret dan April.

Kondisi finansial yang mengkhawatirkan di tengah pandemi virus korona (Covid-19) menjadi alasannya. Sebab, klub tak mendapatkan pemasukan akibat ditangguhkannya Liga sejak 15 Maret lalu. Apalagi, klub juga harus membayarkan kewajiban gaji pemain, pelatih, dan ofisial.

Bahkan, salah satu kontestan Liga 1 Bhayangkara FC telah melayangkan surat resmi kepada PT LIB. Manajemen Bhayangkara menuntut subsidi Maret segera dicairkan. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran memang tidak ada pemasukan klub, sehingga hanya bisa mengandalkan PT LIB.
Kendati demikian, kondisi tersebut tak dialami PSS Sleman. Klub kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) itu ternyata telah membayarkan full gaji pemain Maret lalu. “Iya Alhamdulillah kami sudah 100 persen yang Maret,” ujar Direktur PT PSS Hempri Suyatna.
Hempri menambahkan, bahwa pelunasan gaji Maret merupakan bagian dari komitmen investor baru PT PSS. Meski begitu, manajemen PSS berharap subsidi April segera dicairkan oleh PT LIB.

Di sisi lain, Hempri juga menyadari pagebluk Covid-19 membuat finansial PT LIB menjadi semakin sulit. Namun, pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi saat ini. Apalagi April sudah memasuki pekan terakhirnya. “Harapannya bisa tetep terealisasi. Kalau mundur jangan lama-lama,” harapnya.
Seperti diketahui, musim ini PT LIB memberikan subsidi Rp 5,25 miliar kepada 18 klub. Sementara dua klub, Persipura Jayapura dan Persiraja Banda Aceh mendapat lebih banyak, yakni Rp 5,7 miliar. Total subsidi itu bakal dicairkan bertahap (termin) setiap bulan selama kompetisi bergulir. (ard/din)