RADAR JOGJA – Bupati Kulonprogo menyetujui usulan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo terkait pemberian keringanan bagi para pelanggan kategori rumah tangga(A2). Kebijakan ini sedikit meringankan beban perekonomian masyarakat selama pademi korona.

“Kami pastikan untuk memberikan keringanan, sudah disetujui bupati, klasifikasi A2 atau kategori rumah tangga mendapat keringanan biaya tagihan untuk masa pembayaran bulan Mei dan Juni 2020,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Binangun Kulonprogo, Jumantoro, Minggu  (26/4).

Dijelaskan, keringaan meliputi diskon tagihan sebesar 10 persen, dan pembayaran bisa diangsur sebanyak tiga kali untuk biaya tagihan yang melonjak dan penghapusan denda untuk penggunaan air PDAM April dan dibayarkan Mei atau penggunaan Mei yang dibayarkan pada Juni 2020.

“Total pelanggan PDAM sekitar 31.200, dimana 29 ribu pelanggan di antaranya masuk dalam klasifikasi tersebut. Sisanya masuk kategori niaga, instansi, industri, sosial umum dan khusus seperti tempat ibadah,” jelasnya.

Menurutnya, PDAM siap kehilangan potensi pemasukan selama dua bulan pemberlakuan kebijakan tersebut dengan kisaran mencapai Rp500 juta. “Yang penting operasional PDAM tetap bisa berjalan seperti biasa, sejumlah pos anggaran yang tidak terlalu penting telah dipangkas,” ujarnya.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian Pembangunan Sumber Daya Alam Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono membenarkan, pemberian keringanan sudah dibahas, langkah selanjutnya yakni mendata pelanggan A2 yang layak mendapat keringanan tersebut, termasuk memperhitungkan kemampuan finansial PDAM. “Sudah diputuskan bahwa pelanggan A2 akan dapat keringanan,” ucap Bambang yang juga Koordinator Gugus Tugas Ekonomi Penanganan Covid-19 Kulonprogo ini. (tom/bah)