RADAR JOGJA – Perusahaan farmasi Menarini Indonesia bersama dengan tim peneliti Korea Selatan (Korsel) merilis hasil penelitian Benefit Study tentang penanganan hipertensi di tengah pandemi Covid-19. Profesor dan Kepala Kardiologi Universitas Hanyang Seoul Korsel Dr Jinho Shin menerbitkan studi baru mengenai penggunaan obat nebivolol untuk pasien hipertensi di Asia. 

Penelitian Benefit Study yang berjudul ‘Benefit after 24 weeks of Nebivolol Administration for Essential Hypertension Patients with Various Comorbidities and Treatment Environments in Korea’ ini ingin melihat apakah di Asia obat Nebivolol mempunyai kemampuan pengobatan yang sama dengan di Eropa. Terbukti hasilnya cukup baik.

Dijelaskan, penelitian observasional Nebivolol ini sesuai kondisi praktik dokter sehari-hari yang pernah dilakukan terhadap 3.250 pasien hipertensi di Korsel. Hasilnya memperlihatkan bahwa penggunaan Nebivolol setiap hari efektif dan dapat membantu mengontrol tekanan darah dengan lebih baik. 

“Di dunia, satu dari empat orang dewasa memiliki hipertensi, dan jumlah penderita hipertensi di Asia Pasifik mencapai 65 persen dari total populasi dunia,” ujar Shin dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4).

Shin menyebutkan pasien penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes memiliki risiko komplikasi lebih tinggi, yang bisa menyebabkan risiko kematian yang lebih tinggi akibat Covid-19 . Oleh karena itu, penting bagi pasien hipertensi untuk melanjutkan pengobatan dengan obat antihipertensi demi menjaga kondisi mereka.  

“Penelitian kami menunjukkan efektivitas Nebivolol dalam mengontrol tekanan darah terlepas dari usia, jenis kelamin, dan indeks masa tubuh awal pasien. Efektifitas nebivolol terlihat pada pasien baru juga pada pasien yang mengonsumsi nebivolol sebagai pengobatan tambahan ke dalam pengobatan antihipertensi yang sudah ada sebelumnya,” papar Shin.

Perwakilan Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (Perhi) dr Erwinanto menyampaikan, penelitian Benefit Study merupakan penelitian observasional dalam jumlah besar pada pasien di Asia. Menunjukkan tolerabilitas Nebivolol pada pasien dengan hipertensi dibandingkan dengan Beta-Blocker generasi lama. Nebivolol memiliki profil efek samping yang lebih baik, termasuk efek yang tidak diharapkan terkait fungsi seksual.

“Kedua sifat ini, tingkat efektivitas dan tolerabilitas, berperan penting agar pasien benar-benar mau mematuhi penanganan hipertensi yang dianjurkan. Penelitian ini sangat baik untuk membantu para dokter menangani pasien hipertensi di Indonesia,” terang Erwin.

Sementara itu Presiden Direktur Menarini Indonesia Reinhard Ehrenberger menyatakan pihaknya berkomitmen melayani kebutuhan pasien di Asia yang masih belum terpenuhi. Mencakup identifikasi dan pengembangan solusi inovatif terkait kesehatan, sambil terus mendukung penelitian baru.

“Dengan berbagi hasil penelitian Benefit Study ini, kami berharap bisa membantu para dokter di Indonesia dalam melayani pasien melalui akses terhadap riset dan pengetahuan terbaru. Penelitian ini juga sejalan dengan panduan hipertensi ESC/ESH 2018 yang merekomendasikan penghambat beta dalam penanganan hipertensi,” jelas Reinhard. (sky/tif)