RADAR JOGJA – Daya tahan tubuh yang kuat menjadi salah satu benteng menghadapi virus Korona (Covid-19). Olahraga teratur menjadi cara untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan daya tahan tubuh.

Pakar Kedokteran Olahraga UGM Zaenal Muttaqin Sofro menyebutkan ada banyak olahraga yang dapat dilakukan di rumah selama pandemi Covid-19. 

“Pada prinsipnya ada dua jenis olahraga yakni neural excercise olahraga persarafan untuk menjaga kesehatan dan physical excercise olahraga fisik untuk menjaga kebugaran. Olahraga tersebut bisa dilakukan di rumah,” ujarnya, senin (20/4).

Olahraga Persarafan

Zaenal menuturkan olahraga persarafan diwujudkan dengan tiga cara yakni pernafasan, vokalisasi dan postur. 

Olahraga pernafasan bisa dilakukan dengan senam pernafasan seperti senam tera dan yoga. Untuk vokalisasi dapat dilakukan dengan bersenandung, membaca Al Qur’an dan lainnya. Sedangkan postur dapat dengan cara seperti melakukan senam taichi maupun gerakan salat.

Menurutnya, olahraga pernafasan dapat dilakukan setiap saat, kapan saja, dan di mana saja. Dengan melakukannya secara rutin dapat menjadikan tubuh sehat dan meminimalisir stres.

“Saat ini kita kan dianjurkan menjalani physical distancing, berdiam diri dirumah. Karenanya, sangat tepat melakukan olahraga persarafan yang bisa dilakukan kapanpun,” jelas dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) ini.

Dia menekankan bahwa olahraga tidak harus dengan latihan fisik, tetapi bisa dengan latihan persarafan. Olahraga ini menurutnya tepat dilakukan di rumah ditengah pandemi Covid-19.

“Mindset masyarakat harus digeser olahraga tidak hanya latihan fisik, tetapi bisa dengan latihan persarafan,” tegasnya.

Olahraga Fisik

Pria yang mendalami kajian faal manusia ini mengatakan untuk olahraga fisik melibatkan otot besar, bersifat ritmis, serta berkelanjutan. Oleh karena itu melakukan olahraga fisik dianjurkan untuk tidak dilakukan secara berlebihan dengan intensitas tinggi. Sebab, hal tersebut bisa menganggu kesehatan.

“Banyak physical exercise yang justru mengganggu kesehatan karena over training maka harus benar benar mengacu FITT principle yakni frequency, intensity, time, and type, “paparnya.

Frekuensi olahraga fisik dapat dilakukan 3-5 kali per minggu, intensitas sedang, dan durasi selama 30-45 menit. Sedangkan jenis olahraga yang bisa dipilih seperti jalan cepat, jogging, bersepeda statis, senam, dan berenang. Sebelum memulainya didahului dengan pemanasan dan diakhiri pendinginan.

Jangan sampai Dehidrasi

Tidak lupa menjaga hidrasi tubuh agar selalu tercukupi penting dilakukan. Minum 30 menit sebelum berolahraga dan setelahnya guna mengganti jumlah cairan yang keluar sebagai keringat.

Zaenal menambahkan, di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini jika ingin olahraga di luar rumah, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Direkomendasikan tetap menjaga jarak aman dan tetap menggunakan masker ketika berolahraga. (sky/tif)