RADAR JOGJA- Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) membuka penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021. Ada enam program studi (prodi) pilihan.

Tiga prodi di Kampus Magelang, antara lain: Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Teknologi Produksi Ternak, dan Teknologi Pakan Ternak. Sedangkan di Kampus Yogyakarta juga ada tiga prodi. Yakni: Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Teknologi Benih, dan Agribisnis Hortikultura.

Pendaftaran mahasiswa baru Polbangtan YoMa bisa dilakukan secara online melalui website: http://polbangtanyoma.ac.id.
Jalur pendaftaran dibagi lima kriteria:
1. Jalur Tugas Belajar;
2. Jalur Undangan;
3. Jalur Umum;
4. Jalur Kerja Sama;
5. Jalur POSK (Prestasi, Olahraga, Seni, Keilmuan dan Minat).

Pendaftaran Jalur Tugas Belajar dan Jalur Undangan sudah dilaksanakan pada Maret lalu. Sedangkan Jalur Umum dan Jalur Kerja Sama digelar April ini. Sementara pendaftaran Jalur POSK pada Juli mendatang.

Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman MP mengungkapkan, hasil seleksi administrasi pendaftar Jalur Undangan dan Jalur Tugas Belajar telah diumumkan pekan lalu. Sedangkan pendaftaran melalui Jalur Umum, Jalur Kerja Sama, maupun Jalur POSK masih terbuka lebar. “Peluangnya masih cukup besar,” ujarnya.

Rajiman mengajak para milenial bergabung dengan Polbangtan YoMa menempuh pendidikan vokasi. Agar menjadi generasi yang membangun pertanian Indonesia di masa depan. “Polbangtan YoMa tidak memungut biaya apa pun dalam proses penerimaan mahasiswa baru,” tutur Rajiman.

Selain itu, mahasiswa yang diterima juga tidak akan dikenakan biaya selama mengikuti pendidikan tinggi vokasi di Polbangtan YoMa. Biaya pendidikan ditanggung Kementerian Pertanian melalui DIPA Polbangtan YoMa, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Adapun calon mahasiswa yang mendaftar lewat Jalur Umum disyaratkan memiliki nilai rata-rata ijazah/SKHUN paling rendah 7,50 (lulusan paling lama dua tahun terakhir).

Sementara calon mahasiswa Jalur Kerja Sama diutamakan penggerak/calon penggerak pembangunan pertanian di daerah, memiliki nilai rata-rata ijazah/SKHUN paling rendah 7,00, usia maksimal 25 tahun per 31 Agustus 2020, serta mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah yang mengirimnya. Atau calon mahasiswa bekerja sama dengan Polbangtan YoMa, yang disetujui oleh kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian.

Sedangkan calon mahasiswa dari Jalur POSK wajib memenuhi syarat, antara lain: lulusan paling lama dua tahun terakhir SMKPP/SMK Pertanian/SMA/MA IPA, nilai rata-rata ijazah/SKHUN 7,00, memiliki prestasi di bidang kepemimpinan (OSIS, karang taruna, atau organisasi kepemudaan), dan memiliki prestasi olahraga, seni, dan keilmuan tingkat kabupaten/kota, provinsi, regional, nasional, atau internasional.

Khusus prestasi hafiz Alquran paling kurang 15 juz. Dibuktikan dengan sertifikat dari kepala sekolah. Selain itu, pendaftar Jalur POSK harus memiliki minat wirausaha bidang pertanian. Ini dibuktikan dengan proposal unit usaha pertanian.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr terus mendorong generasi muda untuk andil dalam membangun dan memajukan pertanian Indonesia. Terlebih generasi milenial. Dengan didukung teknologi modern, para milenial diharapkan menjadi wirausahawan pertanian yang unggul dan mandiri. Sehingga bisa turut menyukseskan program pemerintah dalam menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/yog/ila)