RADAR JOGJA – Dukungan dan solidaritas terus bermunculan saat pandemi Covid-19 ini. Bentuknya pun bermacam-macam, antara lain, membuka donasi, membagikan sembako dan masker. Kali ini berbeda, uluran tangan muncul dari para desainer grafis.

Para desainer grafis ini membantu para pengusaha kecil dengan membuatkan desain produk mereka untuk promosi secara online. Para desainer ini tergabung dalam Rencang Rancang. Kini yang sudah tergabung sebanyak 30 desainer grafis berasal dari DIJ dan luar daerah seperti Semarang, Ponorogo, Surabaya, Malang, dan Temanggung.

Gerakan ini tercetus dari salah seorang desainer grafis dari DIJ Panji Nugroho. Dia melihat saat ini para pengusaha kecil banyak yang terdampak pagebluk korona. “Dan kami sebagai desainer tergerak hatinya untuk membantu mendesainkan produk mereka sebagai alat untuk promosi, agar para pembeli lebih tertarik,” ungkap salah seorang desainer Muhammad Anang wijaya kepada Radar Jogja Senin (20/4).

Mereka melakukannya dengan suka rela dan cuma-cuma alias gratis. “Hanya untuk UMKM menengah ke bawah. Nanti akan ada tim yang melacak. Mana yang layak dibantu dan mana yang belum terekspose,” jelas Anang.

Ia menyebutkan, dari ke-30 desainer yang sudah tergabung ke dalam grup banyak yang belum saling kenal. Mereka berasal dari beberapa kota di Indonesia, bukan hanya DIJ. “Kami membuka lebar bagi siapa saja yang ingin bergabung. Tidak ada kualifikasi khusus untuk bergabung. Yang memiliki niat dan tergerak hatinya untuk membantu sesama, dapat menghubungi contact person yang sudah tertera di pamflet,” tambahnya.

Gerakan ini akan terus dibuka selama Covid-19 belum berakhir. “Belum dapat dipastikan waktunya. Yang jelas selama korona ini belum kondusif, akan kami jalankan terus,” katanya.

Sistem kerja mereka, para admin akan menerima order dari para pengusaha kecil. Apa saja yang akan dipromosikan. Setelah itu admin akan mendistribusikan ke para desainer siapa yang bisa meng-handle project itu. “Kami tidak hanya menerima order dari DIJ saja. Tetapi cakupannya nasional,” ujar Anang.

Sejak awal berjalannya Rencang Rancang 3 April lalu, mereka sudah banyak menerima order. Misalnya membuat desain untuk produk ceker ayam, masker, salad buah, dan sebagainnya. “Sesuai kesepakatan, kami menargetkan para desainer untuk menyelesaikan project maksimal empat hari. Namun selama berjalan ini rata-rata satu hari mereka selesai,” ungkapnya.

Enaknya, desain ini tidak terikat dengan klien, sehingga mengerjakannya tidak ada beban. Dan file yang dikerjakan juga ringan. “Keuntungann kami para desainer malah bisa mengexplore. Dan bagi yang ingin belajar, juga bisa sambil belajar. Karena kami kan terbuka buat siapa saja yang mau berpartisipasi,” paparnya.

Di setiap desain, akan dibubuhi tulisan ‘Stay home, Save Lives’. Hal itu juga merupakan bentuk kampanye dari para desainer agar masyarakat tetap di rumah untuk menguarangi penyebaran Covid-19. “Semacam peringatan. Mengingatkan agar semua tidak keluar rumah,” jelas Anang.

Salah seorang desainer Andreas Wawan Setiantoro mengungkapkan, dirinya senang dapat tergabung ke dalam grup ini. Pasalnya, dia sudah sekitar empat tahun tidak desain. “Dengan adanya gerakan semacam ini, lumayan bisa dapat tiga desain. Untuk mengisi kekosongan daripada tidak ngapa-ngapain. Salah satu desain saya  ada yang dari Sumatera Barat. Kalau kotanya saya lupa,” katanya.

Tujuan ikut kegiatan ini berharap dapat membantu para pengusaha kecil untuk terus semangat bekerja. Dengan membantu sesuai kemampuan dan ilmu yang dimiliki. “Jika ekonomi mereka membaik, kami juga ikut senang. Semoga dengan adanya ini, pengusaha kecil bisa terbantu,” tuturnya. (cr1/laz)