RADAR JOGJA – Kabupaten Gunungkidul mendapat jatah belasan ribu kuota Program pra kerja dari pusat. Kabupaten ujung timur Provinsi DIJ itu memperoleh kuota kurang lebih 17 ribu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul, Purnamajaya mengatakan, proses pendaftaran program kartu pra kerja dilakukan secara online melalui situs prakerja.go.id. Jika kurang jelas bisa datang ke kantor langsung. “Gunungkidul mendapat jatah sekitar 17 ribu kuota, dari total 86 ribu kuota se-DIJ,” ungkap Purnamajaya kemarin (17/04).

Dia menjelaskan, program kartu pra kerja ditujukan bagi para pekerja terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Sangat tepat mengingat dampak virus korona berdampak negatif terhadap dunia usaha. Berdasarkan data Disnakertrans Gunungkidul Rabu (15/4) sebanyak 733 pegawai dirumahkan. Sebagian lainnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). “Melalui program pra kerja, warga akan mendapat bantuan senilai Rp 3,55 juta,” ujarnya.

Bantuan terbagi atas biaya pelatihan Rp 1 juta, insentif pasca penuntasan pelatihan pertama selama 4 bulan sebesar Rp 600 ribu per bulan, serta insentif pasca pengisian 3 kali survei evaluasi Rp 50 ribu per survei. “Selain sebagai pemasukan, sekaligus meningkatkan kemampuan dan peluang usaha,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto berharap, di zaman virus korona seperti sekarang bantuan dalam bentuk tunai lebih dibutuhkan para pekerja. “Program ini kan bentuknya pelatihan, tidak sebaiknya biaya pelatihan dialihkan ke bantuan tunai bagi pekerja,” kata Sunyoto.

Menurutnya, bantuan tunai lebih sesuai bagi para pekerja mengingat situasi ekonomi saat ini stagnan bahkan turun, sehingga para pekerja nyaris tidak mendapat penghasilan. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau anggota PHRI Gunungkidul untuk mendaftar dan mengakses program kartu pra kerja.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Harry Sukmono mengaku berkoordinasi dengan disnakertrans, mengarahkan 3.635 pelaku wisata supaya mengikuti program kartu pra kerja. Langkah demikian dilakukan mengingat diwaktu sekarang pelaku wisata nyaris tidak memiliki pemasukan akibat tempat wisata ditutup sementara. “Semoga program ini jadi solusi bagi pelaku wisata untuk mencoba peluang usaha lain,” kata Harry. (gun/bah)