RADAR JOGJA – Sutrisna Wibawa bersama relawan Kadhung Trisna kembali melakukan penyemprotan disinfektan di sepuluh kecamatan di Gunungkidul, Minggu (12/4). Di antaranya yakni Playen, Nglipar, Wonosari, Karangmojo, Semanu, Ponjong, Semin, Saptosari, Ngawen, dan Purwosari. Selain penyemprotan, juga membagikan ratusan masker kain buatan Gunungkidul dan perlengkapan cuci tangan. Sebelumnya, pria yang dikenal sebagai Rektor UNY ini juga melakukan penyemprotan pada awal April lalu.

“Banyak masyarakat Gunungkidul menghubungi melalui media sosial agar mendapatkan bantuan terkait Korona. Terlebih, pandemi Virus Korona telah membuat Gunungkidul dan seluruh DIJ berstatus tanggap darurat. Permintaan itu kami jawab dengan menyemprot Purwosari,” jelasnya.

Sutrisna didampingi Relawan Kadhung Trisna, Ketua DPC PAN, PKS, dan Demokrat Kabupaten Gunungkidul, serta jajaran Kepolisian Sektor Purwosari dan Puskesmas Purwosari. Turut berpartisipasi Lurah Giritirta dan Girijati Purwosari beserta perangkat dusun, dan anggota tim penanggulangan virus Korona di Gunungkidul.

Ratusan masker dan alat cuci tangan yang dibagikan akan dimanfaatkan di tempat-tempat ramai dengan masyarakat berisiku tinggi tertular seperti tenaga kesehatan, polisi, dan pedagang pasar, dan lain-lain. Sutrisna berharap kegiatan ini dapat membantu memutus rantai penyebaran virus Korona.

“Harapan kami, Kadhung Trisna dapat berkontribusi untuk memutus rantai penyebaram virus Corona di pusat-pusat keramaian. Bareng-bareng sehat bersama masyarakat,” ungkapnya. 

Akademisi asal Gunungkidul inj juga berpesan kepada warga agar tetap optimis dan waspada namun tidak panik. Pelaksanaan penyemprotan disinfektan secara tepat dan rutin juga dapat melibatkan seluruh komponen masyarakat, sehingga memupuk jiwa gotong royong dan silaturahim antar warga.

“Ayo sebagai putra-putri Gunungkidul, kita lawan Corona dengan gotong royong. Sesuai dengan kapasitas, profesi, dan posisi masing-masing, Corona bisa kita lawan tuntas!” ajaknya. (sky/tif)