RADAR JOGJA – Angka pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo bertambah menjadi dua orang. Ada hubungan kekerabatan antara pasien pertama dan kedua. Pasien kedua merupakan anak dari pasien pertama.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) Covid-19 Purworejo dr Darus saat ditemui di Posko GGTP, Kamis (9/4). Seperti halnya pasien pertama, kondisi pasien relatif baik dan hanya dilakukan isolasi mandiri di rumah.

“Data yang bisa diberikan, pasien ini berjenis kelamin perempuan dan berusia 21 tahun,” kata Darus.

Yang bersangkutan, lanjutnya, pernah medapatkan perawatan di Rumah Sakit dr Tjitrowardojo Purworejo berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pernyataan positif itu diberikan setelah yang bersngkutan diperbolehkan pulang selang 1 hari.

“Saat keluar dari RSUD, hasil test swab belum keluar. Sehari setelah di rumah barulah hasil swab keluar dan positif,” jelas Darus.

Dikejar untuk membuka data diri pasien, Darus mengaku jika tidak semua data dan identitas pasien bisa disebarkan ke publik. Hal itu disesuaikan dengan protokol komunikasi publik penanganan Covid-19.

“Jadi selama di rumah ada pembatasan ruang gerak. Segela kebutuhan keluarga tersebut akan dilayani. Dengan demikian mereka tidak perlu keluar rumah untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” kata Darus.

Darus menjelaskan jika massyarakat tidak perlu khawatir mengenai tindakan isolasi mandiri yang dilakukan pasien di rumah mereka. Menurutnya, orang yang tidak memiliki keluhan walaupun positif Covid-19 tidak perlu menjalani perawatan di rumah sakit.

“Yang harus dilakukan adalah isolasi mandiri dengan pengawasan dan pemantauan yang ketat,” tutur Darus. (udi/ila)