BULLYING di dalam kamus Bahasa Inggris Oxford yaitu tindakan untuk menimbulkan rasa sakit atau menyakiti orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Ketika mengamati Bullying yang telah terjadi pada era teknologi saat ini, maka tampak memprihatinkan. Bullying sudah dapat dilakukan dengan mudah di media sosial.

Munculnya bullying tentunya memiliki beragam penyebab. Contohnya akibat konflik dua orang atau kelompok terhadap suatu masalah, akibat dari diri korban yang terlihat banyak buruknya, dan sebagainya. Mirisnya hal ini sering tidak disadari oleh pihak korban maupun pelaku bahwa yang dilakukan adalah bullying.

Dampak negatif dari bullying terdapat kepada pelaku maupun korban. Sedangkan dampak yang lebih besar terdapat pada korban. Sisi psikologis terganggu berat. Bahkan korban dapat mengakhiri hidupnya sendiri. Sedangkan kerugian untuk pelaku yaitu mendapat hukuman penjara.

Di media sosial terdapat banyak kasus bullying, seperti yang terjadi pada kolom komentar di berbagai unggahan seseorang yang nampak menyimpang dalam unggahannya, membuat kebanyakan komentar negatif bersifat bullying. Selain itu terdapat komentar pada unggahan yang tampak baik. Hal ini tentu berdampak besar pada psikologis. Jika seseorang tersebut tidak kuat, maka dampakĀ  negatif dapat memenuhi diri seseorang tersebut.

Mengamati kasus bullying yang memiliki banyak dampak negatif bagi korban maupun pelaku, maka perlu penanganan serius dari berbagai pihak agar kasus bullying kedepan dapat diminimalisir dampak negatifnya.

Adapun upaya penanganan masalah bullying dari pemerintah Indonesia sudah ada pada UU perlindungan anak yaitu UU nomor 35 tahun 2014. UU ini pernah menjerat beberapa pelaku kekerasan kepada seorang siswa SMP di Pontianak.

Lingkungan yang rentan terjadi bullying seperti di sekolah, di asrama dan di lingkungan kerja telah ada upaya meminimalisir terjadinya bullying. Seperti dengan melakukan edukasi terkait bullying dan penguatan hubungan baik antar teman. Dengan edukasi membuat pengetahuan tentang bullying di ketahui dengan harapan dapat di hindari. Sedangkan dengan penguatan hubungan baikĀ  antar teman dapat meminimalisir bullying karena hubungan pertemanan yang baik.

Penangan utama dari pribadi seorang yaitu menjadi pribadi yang memiliki banyak kelebihan. Seorang yang memiliki banyak kelebihan seperti memiliki banyak prestasi, mental yang baik dan pandai dalam bersikap bijak dalam menghadapi masalah akan memiliki kewibawaan diri yang baik sehingga dampak buruk bullying dapat diminimalisir. Entah itu diminimalisir menjadi korban ataupun menjadi pelaku.

Upaya penyelamatan utama dari dalam diri korban ketika menghadapi bullying yang membuat diri berkeinginan kuat mengakhiri hidup pada saat depresi akibat bullying yaitu dengan mempertimbangkan banyak hal. Jika mengakhiri hidup dengan cara yang salah, akan mencemarkan banyak nama baik yang sudah berkaitan dengan diri, seperti nama baik keluarga, sekolah, komunitas dan semua yang sudah dimasuki diri. Selain itu, mengakhiri hidup dengan cara yang salah akan membuat orang-orang yang menyayangi menjadi sedih.

Pada akhirnya bullying dalam segala bentuk tetap tidak dapat dibenarkan. Kemudian melihat kenyataan di era teknologi bahwa bullying sudah sulit di tangani. Maka dari itu perlu adanya lembaga khusus yang menangani bullying di setiap daerah. Sehingga setiap ada kasus bullying, korban bullying dapat menyelamatkan diri kepada lembaga penyelamat bullying tersebut setiap saat. (ila)

*Penulis merupakan Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga