RADAR JOGJA – Upaya pencegahan sebaran virus korona atau Covid-19 terus dilakukan berbagai pihak. Tak terkecuali bagi para penguni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan, Sleman. Selain penyemprotan disinfektan, upaya pencegahan virus korona bagi penghuni ruang tahanan adalah dengan rutin senam pagi.

Kepala Lapas Cebongan Gunarto menyampaikan, sebaran virus korona bukan tidak mungkin masuk ke dalam lingkungan lapas. Mengingat lalu lintas keluar masuk tahanan dalam proses persidangan masih terus dilakukan sampai saat ini.”Sehingga apabila ada tahanan yang keluar masuk kami lakukan pengecekan kesehatan ketat,” ujarnya saat ditemui Rabu (25/3).

Menurutnya, perlu berbagai upaya pencegahan agar virus korona tidak menjangkit para penghuni lapas termasuk para petugas penjaganya. Gunarto menyampaikan, upaya yang sudah dilakukan adalah dengan penyemprotan cairan disinfektan dan menjaga kebugaran para tahanan.

Menurutnya, setiap pagi para tahanan diwajibkan untuk senam tanpa baju di bawah sengatan matahari bersama dengan penjemuran alat tidur dan sebagainya. Hal tersebut dilakuan supaya para tahanan tetap sehat. “Kami juga berikan edukasi kepada warga binaan untuk rajin menjaga kebersihan lingkungan dan diri. Salah satunya adalah mencuci tangan setiap hari,” imbuh Gunarto.

Rabu (25/3) kegiatan penyemprotan disinfektan telah dilakukan hingga menyasar ke seluruh blok-blok ruang tahanan. Pihaknya juga telah menutup total kunjungan bagi para kerabat tahanan. Kebijakan itu diambil selama dua minggu sejak 19 Maret lalu.

Sementara apabila ada keluarga atau kerabat yang ingin menjenguk, para tahanan hanya diperbolehkan melalui video call dengan penjagaan ketat. Melalui fasilitas komputer yang sudah disediakan di dalam lapas.

“Untuk jadwal video call bagi para tahanan, juga disesuaikan dengan jadwal besuk seperti biasa. Kami ada enam komputer, satu tahanan maksimal 10 menit,” imbuh Gunarto.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto yang juga merupakan koordinator pencegahan Covid-19 di Sleman berpesan agar kegiatan penyemprotan bisa dilakukan mandiri oleh semua instansi hingga masyarakat.

Megingat cairan disinfektan juga bisa dibuat mandiri, yakni dengan campuran pemutih pakaian dan air dengan dosis yang disesuaikan. Meskipun demikian, Joko menyampaikan untuk kegiatan penyemprotan oleh pihaknya tetap akan rutin dilakukan.(inu/din)