RADAR JOGJA– Tebing sisi barat Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan longsor pada Senin (23/3) dini hari. Akibatnya, material berupa bebatuan sempat menimbun akses jalan warga RT 6 Nglengkong, Bawuran I, Bawuran, Pleret, Bantul.

Salah seorang warga sekitar, Zuli menuturkan mendengar dentuman keras disertai guncangan seperti gempa sekitar pukul 04.00. Saat keluar rumah, diketahui sumber bunyi tersebut berasal dari longsoran tebing di depan rumahnya. ”Warga sini keluar semua, kaget,” jelasnya.

Dia mengaku selalu tidak tenang setiap hujan turun. Sebab genangan air sampah di TPST Piyungan selalu turun melalui tebing di muka rumahnya. Selanjutnya, warga bekerja baktu menyingkirkan bongkahan batu berdiameter sekitar dua meter yang menutup akses jalan. Sedangkan akibat longsoran tersebut, tampak adanya retakan tanah di bagian atas tebing. “Kalau hujan sangat rentan longsor,” sebutnya.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Pemulung sekaligus juru bicara  warga sekitar TPST Piyungan Maryono mengatakan, longsor kerap terjadi di sekitar tebing TPST. Karenanya, dia berharap pemerintah membuatkan drainase. “Kalau ada drainase, air akan dihalau,” jelasnya.

Dijelaskan, lima tahun lalu sempat dibuatkan drainase untuk mengalirkan air sampah di TPST Piyungan. Sayangnya, seiring berjalannya waktu drainase tersebut hilang tertutup material sampah. Dengan tidak adanya drainase, warga menghkawatirkan kesehatan warga, terutama anak-anak yang tinggal di sekitar TPST Piyungan. ”Sebab air genangan sampah justru mengalir ke permukiman warga,” jelasnya. (cr2/bah)