RADAR JOGJA – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Tjitrowardojo Purworejo meninggal dunia sekitar pukul 03.00 Selasa (24/3). Pasien berjenis kelamin perempuan ini telah dirawat di ruang isolasi.

Juru Bicara Posko Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Darus mengungkapkan, pasien tersebut memiliki riwayat penyakit asma. Hanya saja, tiga hari sebelum masuk ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan, pasien tersebut kedatangan anaknya yang pulang dari daerah endemi yakni Jakarta.

“Pasien yang meninggal dunia itu baru sehari di ruang isolasi,” kata Darus.

Saat masuk ke RSUD, ujar dia, pasien itu mengalami gejala panas, batuk, pilek, dan asma. Dia sempat mendapatkan perawatan selama dua hari. Namun, kondisinya terus menurun. Lantas, dibawa ke ruang isolasi.

“Untuk positif tidaknya korona, belum bisa ditentukan karena masih menunggu hasil lab,” imbuh Darus.

Saat ini ada sepuluh PDP. Semuanya masih dirawat.

Sedangkan untuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) meningkat menjadi 190 orang. Sehari sebelumnya terdapat 166 orang.

“Dari 190 orang yang masuk dalam pemantauan, 20 orang sudah dinyatakan selesai dan yang masih dipantau sebanyak 170 orang,” imbuh Darus.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Purworejo Rita Purnama menerangkan, pemkab telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona/Covid 19 Kabupaten Purworejo. Gugus tugas itu dituangkan dalam Surat keputusan Bupati Purworejo Nomor 160.18/184/2020 tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Didease 2019 (Covid-19) Kabupaten Purworejo.

Bertindak sebagai pengarah adalah bupati, wakil bupati, dan semua anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda).

Gugus tuugas diketuai Sekda Drs Said Romadhon. Dia dibantu wakil ketua yakni yang diduduki semua asisten Sekda, Sekretaris Kepala Dinas Kesehatan Purworejo dr Sudarmi, Kalak BPBD Purworejo Sutrisno, dan anggota terdiri 12 oerganisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dikatakan Rita, GTPP mempunyai sejumlah tugas. Di antaranya, melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19, menetapkan dan melaksanakan rencana operasional percepatan, serta penanganan Covid-19. Mereka juga mengoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan Covid-19.

“GTPP juga melakukan pengawasan pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19 dan mengarahkan sumber daya manusia untuk pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19,” kata Rita.

Terpisah, Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani mengatakan, jajaran Polres Purworejo tidak tinggal diam terkait pandemi Covid-19. Polres langsung terjun ke masyarakat. Petugas mengajak masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan yang memunculkan kerumunan orang.

“Tadi malam (kemarin), polres turun ke lapangan dan membubarkan kerumunan-kerumunan yang ada di sejumlah tempat. Kami mengajak masyarakat untuk tetap berada di rumah dan melakukan aktivitas di rumah,” kata Andis. (udi/amd)