RADAR JOGJA – Semipedestrian untuk Selasa Wage Malioboro kemarin ditiadakan (24/3) dan diganti dengan kerja bakti atau bersih-bersih lingkungan. Tetapi kenyataannya, jalan utama yang menjadi salah satu ikon di Kota Jogja ini sepi sekali. Praktis tidak banyak kendaraaan berlalu lalang.

Kepala UPT Malioboro Ekwanto menyampaikan, kegiatan kerja bakti atau bersih-bersih Malioboro pada Selasa Wage dilakukan oleh petugas dengan menggunakan alat khusus. “Karena kan menyemprotkan zat-zat kimia. Jadi tidak sembarangan,” jelas Ekwanto.

Ia menyebutkan penyemprotan disinfektan dilakukan oleh para petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Jogja. Sebelumnya UPT sudah menyiapkan beberapa titik cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. “Pada Jumat kemarin juga kerja bakti dengan masih melibatkan PKL,” katanya.

Dia berharap masyarakat, khususnya para pengunjung Malioboro dan PKL tidak menyepelekan hal-hal yang kelihatannya kecil. Dia juga meminta kepada masing-masing PKL untuk ikut bertanggung jawab mau menyemprotkan disinfektan sendiri di masing-masing lapaknya setiap datang dan pulang. “Sehingga hal itu lebih efektif dan masif,”  tambahnya.

Dia juga berharap kepada pemerintah untuk bisa membantu terkait alat pengecek suhu tubuh (Termogan). Dia mengaku tidak membatasi orang yang datang ke Malioboro dan sulit terkontrol. Dengan alat itu orang-orang yang masuk malioboro dapat diketahui kesehatannya. Jadi tidak khawatir lagi. “Barangnya susah, langka sekarang,” ujarnya.

Di tempat yang berbeda, orang-orang dari Perhimpunan Hotel dan Retoran Indonesia (PHRI) DIJ melakukan bersih-bersih yang mereka namakan “Merti Hotel dan Merti Resto” serentak di wilayah DIJ, khususnya Kota Jogja. Hal itu untuk menjaga kebersihan hotel dan restoran, agar terhindar dari virus.

Ketua PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryono menyebutkan, kegiatan bersih-bersih tersebut akan rutin dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Ada 496 hotel dan restoran yang tergabung di perhimpunan ini. “Itu akan dilakukan rutin sampai benar-benar Covid-19 hilang,” jelasnya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PHRI ini. Ia berharap kegiatan tersebut akan terus dilakukan untuk melawan virus korona. HS berpesan agar hotel-hotel dan restoran di DIJ, khususnya Kota Jogja, tetap tangguh dalam menghadapai virus korona. (cr1/laz)