RADAR JOGJA – Sejumlah objek wisata (obwis) di Kabupaten Kulonprogo tutup sementara. Langkah itu diambil untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Para pengelola pun berharap kondisi ini bisa cepat berlalu. Sebab kerugiannya sangat signifikan bagi sektor pariwisata.

Humas Bukit Wisata Pule Payung, di Soropati, Hargotirto, Kokap Eko Purwanto mengatakan, pihaknya memutuskan menghentikan seluruh aktivitas wisata per 21 Maret – 3 April mendatang.

Dijelaskan, keputusan menutup lokasi wisata menjadi pilihan yang sangat berat. Sebab kerugiannya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun hal itu harus dilakukan untuk bisa keluar dari kondisi sulit saat ini. “Omset pendapatan objek wisata Pule Payung bisa mencapai Rp 9 juta per hari, mulai tiket masuk, wahana dan penjualan kuliner atau suvernir,” jelasnya.

Menurutnya, Pule Payung merupkan hajat hidup orang banyak. Banyak warga sekitar yang menggantungkan hidup di Pule Payung. Sementara ditutup, tidak semua karyawan memiliki pekerjaan sampingan. “Banyak yang nganggur, kecuali yang punya ternak dan penderes tetap masih ada pendapatan,” ujarnya.

Eko hanya bisa berharap, situasi bisa kembali normal, sehingga Pule Payung dapat menerima kunjungan wisatawan dan pulih seperti sediakala. Ia juga berharap pemerintah tetap membantu dengan promosi wisata khususnya wisata berbasis masyarakat. “Sehingga imbas dari pandemi ini akan segera tergantikan,” harapnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalibiru, Sumarjono mengungkapkan objek wisata Kali Biru di Kalurahan Hargowilis, Kokap juga telah menutup segala bentuk aktivitas wisata hingga 3 April mendatang. Selama ini pengunjung Kalibiru datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Ditambahkan, sebelum penutupan pihaknya sudah merasakan dampak wabah Covid-19. Tingkat kunjungan anjlok. Jika hari biasa bisa mencapai 500 orang per hari, setelah muncul kabar wabah korona hanya beberapa yang datang.”Sangat terasa perubahannya, wabah ini luar biasa dampaknya, kami berharap bisa kembali normal,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Niken Probo Laras menyatakan, penutupan obwis khususnya yang dilkelola oleh masyarakat secara swadaya kebanyakan inisiatif sendiri. Di antaranya Kalibiru dan Pule Payung, Canting Mas, Kokap dan Desa Wisata Ayunan Langit, Girimulyo. “Pengelola Desa Wisata Nglinggo Samigaluh juga menyatakan akan menutup aktivitas wisata sementara, Jogja Agro Tekno Park Nanggulan yang dikelola Dinas Pertanian DIJ juga telah ditutup,” katanya.

Dikatakan, pihaknya belum mengeluarkan kebijakan secara tertulis mengatur tentang penutupan obwis. Sejauh ini hanya Surat Edaran Bupati Kulonprogo No 440/1197 tentang Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo.

SE itu tidak menyinggung penutupan obwis. Hanya bersifat imbauan kepada pengelola untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehar, serta meniadakan segala kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. “Namun jumlah kunjungannya yang turun drastis sehingga banyak pengelola yang mengambil sikap menutup sementara,” jelasnya. (tom/din)