RADAR JOGJA – Jika dilihat sekilas, ini serupa dengan kantong plastik. Tapi ini berbeda karena bukan plastik sungguhan. Arivia Nujumulhayat menyebutnya kali atau singkatan dari kantong lipat.

MEITKA CANDRA LANTIVA, Bantul, Radar Jogja

Di ruangan yang tak seberapa luas, Arivia membuat kali. Sederhana membuatnya. Dia memotong bagian per bagian kain hingga membentuk pola unik. Jika disambung di bagian sisinya, kemudian dijahit, persis dengan bentuk plastik. Bahkan coraknya mirip plastik. Hitam dan putih.

Di bagian bibir kresek itu terdapat kantong kecil. “Ini untuk menyimpan bagian badan yang sudah dilipat kecil,” ungkap Via, panggilan akrabnya, sembari mempraktikkan cara melipatnya saat ditemui Radar Jogja di rumahnya, Timbulharjo, Sewon, Bantul (22/3).

Bagi Via, membuat kali sudah hafal di luar kepala. Pola itu melekat kuat di benaknya. Ya, itu karena sudah puluhan kali dia membuatnya. Bahkan tak ada ragu atau kendala saat membuatnya.

Jret jret jret, suara mesin jahit terus beradu dengan jari Via yang begitu lincah menjahit pola itu. Sisi demi sisi terhubung dengan rapi. Tak ada beban, perempuan yang menginjak usia seperempat abad itu tampak senang. Sesekali dia meneliti lagi satu per satu jahitan. Membentangkan kantong lipat yang siap untuk dijual.

Via menceritakan, saat pertama membuat kali karena dia ingin memotivasi diri agar mengurangi sampah plastik. Baginya, berkait sampah plastik menjadi persoalan rumit. Sebab, keberadaan plastik sudah tidak terbendung.

Setiap belanja, pakai plastik. Bungkus makanan atau produk selalu menggunakan plastik. “Timbul ide membuat kantong lipat berbahan kain. Setidaknya bisa dicuci dan dipakai lagi,” ungkap Via.

Dia mulai membiasakan diri mengurangi plastik sejak Agustus 2019 dan masih berlanjut hingga hari ini. Melihat apa yang dilakukan itu efektif, maka dia berinisiatif memproduksi. Pada Oktober 2019 dia menawarkan ke beberapa temannya dan mendapat  respons baik. “Akhirnya aku baru ada niatan produksi. Sekaligus mengampanyekan mengurangi sampah plastik,” katanya.

Dia berharap, di mulai dari dia pribadi, dapat mengajak orang lain mengurangi penggunaan plastik, terutama saat berbelanja. Ada baiknya membawa plastik sendiri. (laz)