RADAR JOGJA – Sejak merebaknya virus korona, pengemudi ojek online (ojol) banyak yang memilih berhenti bekerja. Alasan untuk berhenti guna menghindari penularan virus korona.

Salah satu pengemudi Eko Nurjianto menjelaskan memutuskan berhenti bekerja Senin (23/3). Keputusan tersebut diambilnya setelah sang istri memintanya untuk berhenti sejak empat hari yang lalu. “Lagian sepi order,” ungkapnya.

Sebelum merebaknya virus korona, Eko mengaku bisa mengasilkan Rp 350 ribu. Namun sejak merebaknya virus korona, dia hanya memperoleh penghasilan Rp 170 ribu. Kantornya pun menerbitkan peringatan untuk menjaga diri agar tidak tertular virus korona. “Ada peringatan untuk menjaga kebersihan dan menghindari kerumunan,” sebutnya.

Sedangkan pengemudi ojol lainnya, Iwan Dwi Aprianto mengaku memilih berhenti sementara karena lelah. Sebab, orderan hanya ramai pada jam tertentu. Sehingga pendapatnnya pun minim. “Pernah cuma dapat Rp 20 ribu,” katanya.

Sementara itu pengemudi lain, Eko Sulistiyono lebih memilih untuk tetap bekerja. Dia mengaku memiliki banyak tanggungan. Dia khawatir berhenti menarik ojek tidak memiliki penghasilan sama sekali. “Siapa yang mau menanggung biaya keseharian,” ujarnya.

Pada hari sebelum pandemi virus korona merebak, pria yang akrab disapa Yono dapat menerima 16 orderan. Namun, saat ini hanya mendapatkan delapan orderan. Orderan hanya berupa pengiriman makanan, sedangkan penumpang yang meminta di antar tidak ada sama sekali. “Turun drastis hingga 70 persen,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi penularan, Eko hanya mengantisipasi dengan selalu menggunakan masker dan membawa hand sanitizer. “Infonya akan ada pemberian dari kantor, tapi belum tahu kapan. Pangkalan lain sudah, sedangkan kami belum dapat,” keluhnya.

Sementara itu salah satu penyedia jasa ojek online asal Indonesia memiliki skema bantuan pendapatan untuk mitra. Head of Regional Corporate Affairs Region Jateng DIJ Arum K. Prasojo mejelaskan, jika sejak Kamis (17/3), memberikan skema bantuan pendapatan bagi mitranya apabila terdiagnosa positif Covid-19.

Dijelaskan, mitra akan diberikan dukungan pendapatan dan menghentikan sementara cicilan premi asuransi dan cicilan kendaraan sampai mitra dapat bekerja kembali. Namun ketika disinggung pengurangan jumlah minimal order yang harus diterima mitra selama penyebaran virus korona, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan secara detail. “Sedang disiapkan jawabannya, nanti akan dikontak,” ujar Arum (cr2/bah)