RADAR JOGJA– Ibadah misa tetap digelar oleh Gereja Kristus Raja (GKR) Baciro, Kota Jogja, di tengah merebaknya virus korona Minggu (22/3). Namun misa dilaksanakan secara online untuk menghindari kegiatan yang bersifat perkumpulan massa dan mencegah penularan Covid-19.

Romo Fransiskus Xaverius Alip Suwito Pr menyampaikan, kegiatan misa online akan dilangsungkan sesuai imbauan Uskup Agung Semarang, mulai 20 Maret hingga 3 April. Dia menyampaikan, kegiatan ini sekaligus mendukung keputusan pemerintah yang meminta tidak ada kumpulan massa untuk meminimalisasi persebaran virus korona. “Harapannya dengan ibadah misa secara online ini dapat efektif meminimalisasi penyebaran virus itu,” ujarnya saat ditemui Radar Jogja tadi malam (22/3).

Romo Alip mengatakan, ada imbauan-imbauan khusus juga untuk para umat yang beribadah dari rumah. Yakni sebelum pelaksanaan misa secara daring, umat harus mandi bersih, berpakaian rapi, menyiapkan lilin, dan salip untuk melaksanakan ibadah.

Sebelum melakukan misa secara live streaming Minggu (22/3), pada pukul 18.00 dilakukan doa rosario. Di doa rosario ini Romo Alip menyelipkan doa-doa tentang kekuatan, keteguhan dan juga kesehatan. Terutama bagi mereka para medis yang sedang berjuang menyembuhkan korban terjangkit virus korona. “Juga masyarakat, bangsa, dan negara lain yang sedang berjuang melawan wabah ini untuk dikuatkan dan diberikan kesehatan. Semoga wabah ini secara hilang,” harapnya.

Koordinator Komunikasi Sosial Raymundus Neno Ariyanto menyebutkan, kegiatan misa online dilaksanakan melalui Youtube channel crembomedia Sabtu (21/3) yang diikuti 1.900 orang dan Minggu pagi (22/3) oleh 1.400 orang. “Misa ini bisa diikuti bukan hanya dari paroki kami, tetapi paroki-paroki lain juga bisa mengikuti ibadah misa secara live streaming ini,” jelasnya.

Neno mengatakan, live streaming dilakukan setiap Sabtu pukul 08.00 dan Minggu pukul 08.00 dan 19.00. Untuk doa rosario dilakukan setiap hari pukul 18.00. Dia menyebutkan, pada dasarnya kegiatan misa online ini secara teknis tidak ada kesulitan. Karena GKR Baciro sudah menggunakan live streaming setiap Minggu sejak enam bulan lalu. “Karena sudah terbiasa, ketika ada imbauan dari Keuskupan Agung Semarang itu kami sudah siap,” tuturnya.

Dia berharap dengan adanya misa online ini, umat Katolik tetap bisa beribadah di tengah pandemi korona. “Jadi walaupun secara tidak langsung, dengan kami mengadakan live streaming ini umat bisa merasa seperti ibadah di sini,”  ungkapnya. (cr1/laz)