RADAR JOGJA – Polda DIJ menggelar Operasi Aman Nusa Dua Progo 2020 sebagai upaya mencegah meluasnya virus korona atau Covid-19 di Jogjakarta. Operasi tersebut akan berlangsung selama 30 hari.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yulianto menjelaskan, operasi tersebut merupakan instruksi dari Polri sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona di seluruh wilayah Indonesia. Operas ini berlangsung sejak 19 Maret hingga 17 April 2020 mendatang.

Dikatakan, untuk wilayah Jogjakarta sendiri sebanyak 503 petugas polisi diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari 183 personil Polda DIJ, 80 personil Polres Sleman, 80 personil Polresta Jogjakarta, 60 personil Polres Bantul, 50 personil Polres Gunungkidul dan 50 personil Polres Kulonprogo.

Target dari operasi tersebut akan difokuskan pada empat unsur, yakni pada orang, benda, kegiatan dan operasi. Sedangkan untuk bentuk operasinya, akan dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya kegiatan preventif mapping wilayah penyebaran virus korona yang akan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DIJ). Kemudian juga dilakukan sosialiasi dan imbauan terkait upaya pencegahan Covid-19.

“Kami juga melakukan patroli pada wilayah potensi penyebaran dengan menggunakan alat pengukur suhu,” ujar Yulianto.

Lebih lanjut, petugas polisi juga akan melakukan sterilisasi dengan cairan disinfektan di pusat-pusat keramaian. Seperti pusat perbelanjaan, lokasi wisata, rumah ibadah dan perkantoran.

Dalam operasi tersebut, Yulianto menyatakan akan menindak tegas warga yang memanfaatkan situasi saat ini untuk tindakan kriminal, seperti melakukan perampokan atau penjarahan. Selain itu, Polda DIJ juga akan melakukan penindakan bari para penimbunan bahan pokok dan alat kesehatan selama masa penyebaran virus korona.

Mantan Kapolres Sleman ini mengatakan, pihaknya sudah membentuk satuan tugas (satgas). Ada enam satgas yang sudah terbentuk. Di antaranya, satgas deteksi, satgas pencegahan, satgas penanganan, satgas rehabilitasi, satgas penegakan hukum dan satgas bantuan operasi. Lebih lanjut, perwira melati tiga di pundak ini menyatakan. operasi tersebut bersifat fleksibel, tergantung kondisi dan keadaan selama masa persebaran virus korona. “Adaikan sebelum 17 April permasalahan korona bisa teratasi, operasi bisa hentikan,” tegasnya (inu/bah)