RADAR JOGJA – Pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus korona (Covid-19) di Kabupaten Purworejo terus bertambah. Sejak Kamis (19/3) hingga Minggu (22/3) terjadi peningkatan jumlah PDP. Namun, belum ada pasien yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo menyebutkan, hingga kemarin jumlah PDP mencapai tujuh orang. Padahal, sehari sebelumnya hanya ada tiga PDP.

Kenaikan PDP paling tinggi terjadi Sabtu dan Minggu kemarin. Ada penambahan empat PDP. Sebagian besar dari PDP tersebut dirawat di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Darus mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus yang dipicu virus korona. Sejak Pemkab Purworejo menangani Covid-19, tercatat ada sebelas orang yang sudah dinyatakan sehat.

Selain itu, pemkab membuat website khusus penanganan virus korona yakni covid19.purworejokab.go.id. “Website ini diperlukan untuk mengetahui pergerakan angka baik OPD, PDP, maupun pasien yang terpapar Covid-19,” kata dr Darus Minggu (22/3).

Website itu secara rutin menampilkan perkembangan penyebaran virus korona. Pambaruan data dilakukan setiap hari pada pukul 15.00.

“Kami yang mengolah data dari lapangan. Kami di Posko Covid-19 menjadi penghimpun data dari lapangan. Data yang ada, selanjutnya diserahkan ke Dinas Komunikasi dan Informatika Purworejo untuk ditampilkan,” jelas Darus.

Dijelaskan, dalam website itu diberikan penjelasan mengenai OPD, PDP, maupun pasien positif yang ditangani.
“Kalau orang dalam pantauan bisa dipastikan akan terus bertambah. Sampai sekarang (kemarin), jumlah OPD sudah mencapai 160 orang. Itu sudah termasuk mereka yang telah selesai atau sehat setelah dilakukan pantauan selama empat belas hari,” ujarnya.

Darus mengajak masyarakat mawas diri. Pendatang atau orang dari luar kota mesti melaporkan diri ke pengurus rukun tetangga dan rukun warga terdekat. Terutama mereka yang datang dari wilayah yang terjangkit virus korona.

“Kepada RT/RW kami minta untuk meningkatkan pengawasan. Siapapun yang datang harus dipantau dan sebaiknya diperiksakan ke layanan kesehatan terdekat,” imbuh Darus.

Semenetara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang juga terus berusaha mengantisipasi penyebaran virus korona. Kali ini pemkot menyediakan Stasiun Cuci Tangan di Alun-Alun Kota Magelang.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menjelaskan, langkah ini untuk semakin menanamkan perilaku hidup sehat di masyarakat. Stasiun Cuci Tangan dilengkapi bak penampungan air dengan dua wastafel dan dua botol sabun cair.

Bak dihubungkan saluran air sehingga air tidak akan habis. Air sisa cuci tangan dialirkan melalui pipa sehingga tidak menggenang.

“Cara pencegahan penyebaran Covid-19 sudah banyak diinfokan di berbagai media. Mari kita ikuti petunjuk tersebut dengan sebaik-baiknya,” jelasnya saat dihubungi Minggu (22/3).

Cuci tangan dengan sabun menjadi salah satu langkah paling efisien dalam mencegah penularan berbagai penyakit. Termasuk Covid-19.

Sebab, virus bisa larut dalam air sabun. Terlebih, saat ini hand sanitizer agak sulit diperoleh di pasaran. Cuci tangan menggunakan sabun dapat menjadi solusi alternatif. (udi/amd)