RADAR JOGJA – Menghadapi penyebaran Covid-19 di Kulonprogo, tim gabungan TNI/Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo membersihkan lingkungan di sejumlah tempat dan fasilitas umum, kemarin (15/3). Di antaranya di kawasan Stasiun Wates, Terminal Wates dan sejumlah tempat ibadah.

Anggota tim gabungan dibagi menjadi beberapa kelompok, dan menyebar ke titik-titik yang sudah ditentukan. Mereka melengkapi diri dengan kain lap, cairan pembersih untuk nembersihkan fasilitas yang kerap digunakan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ketua TIM 1 Bhakti Sosial Antisipasi Corona, AKP Heru Mei yanto mengatakan, di Stasiun Wates anggota tim gabungan membersihkan area pintu masuk, ruang tunggu penumpang, loket tiket hingga musala. “Target kami menyasar titik-titik yang disinyalir paling banyak disentuh orang,” katanya.

Ditambahkan, selain bersih-bersih, anggota juga melakukan sosialisasi tentang budaya hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran virus korona. “Sasarannya penumpang yang tengah menunggu kedatangan kereta api di Stasiun Wates,” ucapnya.

Staff Urkes Polres Kulonprogo, Juliana Saragih menambahkan, sosialisasi yang diberikan diantaranya tentang membiasakan diri mencuci tangan sesuai anjuran instusi kesehatan maupun WHO, yang meliputi enam langkah cuci tangan serta membudidayakan hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan rutin berolahraga.

Para penumpang juga diimbau untuk tidak mengenakan masker jika dalam kondisi sehat. “Masker untuk yang memang sakit atau sedang berada di wilayah yang riskan penyebaran virus, kalau tidak jangan, karena justru tidak baik untuk kesehatan,” katanya.

Kepala Stasiun Wates, Aris Sukendar, menyatakan pihaknya sangat berterimakasih dengan aksi sosial ini, sebagai langkah nyata hadirnya pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran penyakit. “Kami juga telah menyediakan handsanitazier di sejumlah titik dan masker yang dibagikan cuma-cuma kepada penumpang,” ucapnya.

Menurutnya, otoritas Stasiun Wates juga akan segera menyediakan thermogun guna memeriksa suhu tubuh calon penumpang. Apabila suhu tubuh penumpang mencapai 38 derajat celcius, maka harus mendapat rekomendasi terlebih dahulu dari unit kesehatan setempat jika hendak menggunakan fasilitas transportasi kereta. “Jika tidak ada rekomendasi, kami minta untuk membatalkan perjalanan, tiket yang sudah dibatalkan bisa diurus di stasiun ini,” ujarnya.

Salah satu penumpang, Maria Retno Hardiani, 46, mengapresiasi kegiatan pembersihan Stasiun Wates. Virus ini harus dihadapi bersama. Untuk stasiun, dia berharap disediakan alat ukur suhu tubuh guna mengantisipasi penyebaran virus korona. “Di Jakarta sudah menerapkan itu, buat antisipasi korona,” harapnya. (tom/bah)