RADAR JOGJA – Pos polisi di perempatan Kentungan, Jalan Kaliurang, dirusak oleh seorang mahasiswa yang diduga penganut aliran anarko. Pelaku melalukan tindakan perusakan dengan melempar batu dan melakukan vandalisme di videotron yang ada di lokasi pos polisi itu.

Pantauan Radar Jogja di tempat kejadian perkara (TKP) Selasa (10/3), terdapat dua lubang pada kaca pos polisi bagian depan. Saat itu serdang diperiksa oleh Tim Inafis Polres Sleman. Beruntung pada saat kejadian, belum ada petugas yang berjaga sehingga tidak ada korban.

Selain perusakan, ada pula bentuk vandalisme bertuliskan #GagalkanOmnibusLaw menggunakan cat semprot. Tulisan itu berada di sebuah videotron yang ada berada tepat di atas pos polisi tersebut.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah membenarkan adanya perusakan di Pos Polisi Kentungan. Aksi perusakan kemungkinan dilakukan sekitar pukul 06.00 menggunakan sebuah batu hingga mengakibatkan kaca bagian depan pecah. “Jadi pelaku ini yang melempar pos polisi dengan sebuah batu sambil menaiki motor,” ujarnya di Mapolres Sleman, kemarin (10/3).

Dari peristiwa ini, pihaknya sudah menangkap satu terduga pelaku perusakan yakni Syahdan Husein (SH), 24, seorang mahasiswa semester 10 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja. Pelaku diamankan di kosnya, Jalan Kaliurang, Selasa siang.

Saat ini, kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap motif pelaku dalam aksi perusakan itu. Disinggung apakah ada kaitannya dengan aksi Gejayan Memanggil Lagi, di mana bentuk vandalisme sama dengan isu yang diangkat pada aksi itu, Kapolres belum bisa memastikan dan masih melakukan pendalaman.

Sementara terkait kerusakan pada pos polisi, Rizky menyatakan pihaknya sudah melakukan perbaikan pada kaca yang pecah. Serta membersihkan bentuk vandalisme di sekitar tempat kejadian. “Sedang kami dalami dan sudah diperiksa petugas. Terkait dampak perusakan, sudah kami atasi,” tegas perwira menengah ini.

Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna Poerwoko Sugarda menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman terhadap kasus yang melibatkan mahasiswanya. Dia menyatakan, pihak kampus berjanji akan melakukan pendampingan terhadap SH agar proses hukum bisa berjalan seadil-adilnya.

Kendati demikian, Paripurna menyebutkan, dalam kasus perusakan kedudukan SH bukan sebagai mahasiwa. Itu merupakan tanggung jawab pribadi dan aksi perusakan tentu harus dipertanggungjawabkan secara pidana.

Ditanya apabila gelombang demonstrasi kembali terjadi usai penangkapan SH, Paripurna menyatakan pihak kampus tidak akan melarang mahasiswanya dalam menyampaikan kebebasan berpendapat.  Kendati demikian, ia berharap aksi bisa dilakukan secara damai dan tidak melalukan tindakan anarkistis.

Dia pun menyarankan, dalam segala kegiatan demonstrasi alangkah baiknya para mahasiswa benar memahami isu yang akan diangkat. “Serta jangan mau ditunggangi pihak tertentu. Itu rambu-rambu dari kampus yang kami sarankan kepada mahasiswa,” ujarnya.

Lihat Perusakan,

Saksi Buntuti Pelaku

Di balik penangkapan pelaku perusakan Pos Polisi Kentungan, ada peran penting dari seorang saksi mata. Dia adalah IW, 23 seorang pengguna jalan yang kebetulan melihat aksi pelaku. IW pun berhasil membuntuti dan mencatat nomot kendaraan yang dipakai pelaku.

Dihubungi Radar Jogja, IW menceritakan pelaku melakukan perusakan sekitar pukul 05.30. Pada saat itu dia melihat dengan mata kepala sendiri saat berhenti di Perempatan Kentungan, karena lampu sedang dalam posisi merah.

Ilham yang pada saat itu melihat aksi pelaku, merasa jengkel dan berencana mengejar. Dia juga menyaksikan pelaku memakirkan kendaraanya di salah satu toko perlengkapan handphone, tak jauh dari lokasi kejadian.

Saat lampu APILL hijau, IW kemudian mengejar pelaku dan berhasil mencatat nomor kendaraan dari kejauhan. Saat dilakukan pengejaran, pelaku sempat masuk ke dalam gang kompleks.

“Setelah dapat nopolnya, dari kejauhan pelaku belok ke arah gang atau kompleks. Saya inisiatif mengintai pelaku dan berpikiran pasti pelaku akan masuk ke kos. Lalu saya teruskan informasi ini ke polisi,”  ujarnya.

IW mengaku saat pengejaran pelaku sempat kehilangan jejak dan mendapati berada di samping jalan. Saat itu pelaku sudah mengganti celan dan jaket, diduga untuk menghilangkan jejak.

Beruntung IW masih ingat perawakan dan kendaraan pelaku. Dia pun mengaktifkan fitur video HP miliknya. Lalu membuntuti pelaku dan melaporkannya ke Polres Sleman, serta mengupload video ke sosial media agar diketahui publik.

Berkat keterangan dari saksi ini, jajaran Polres Sleman berhasil menangkap pelaku perusakan. Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah menyatakan, SH ditangkap di kostnya, Jalan Kaliurang.

Dia menyatakan, saat ini pelaku sedang dalam penyelidikan guna  mendalami motif kenapa pelaku melakukan perusakan di Pos Polisi Kentungan. “Saat ini pelaku sudah diamankan dan sedang kami dalami,”  ujar perwira polisi ini. (inu/laz)