RADAR JOGJA – Seto Nurdiyantara resmi menukangi PSIM Jogja sejak 19 Februari lalu. Seto menyebut kehadirannya ini bukan berarti langsung bisa memperbaiki prestasi PSIM Jogja. Dia perlu membangun pondasi yang lebih kuat bagi tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident tersebut.

Kedatangan Seto di tim berjuluk Laskar Mataram ini cukup mengagetkan. Kala itu, Seto sempat mengalami sedikit drama dengan klub lamanya, PSS Sleman. Seto yang berhasil membawa PSS promosi ke Liga 1 di 2018. Dilanjutkan dengan membawa Super Elja – julukan PSS Sleman – mengakhiri Liga 1 musim 2019 di posisi ke delapan klasemen akhir. Namun, deretan prestasi itu tak membuat Seto dipertahankan PSS.

Seto kemudian “menyeberang” ke klub yang juga merupakan mantan timnya, PSIM Jogja. PSIM Jogja sendiri sempat mengalami gairah yang luar biasa pada musim 2019 yang lalu. Datangnya investor baru dan deretan pemain bintang membuat Laskar Mataram sempat digadang-gadang sebagai calon juara di Liga 2 2019. Namun, pada akhirnya PSIM gagal total, dan hanya bisa mengakhiri muism di posisi ketujuh wilayah timur.

Seto menyadari, ekspektasi di musim lalu terlalu tinggi. Hal serupa seharusnya tidak dialami lagi oleh PSIM di musim ini. Apalagi Seto dan tim pelatih hanya memiliki waktu 1,5 bulan untuk mempersiapkan tim. Itu juga habiskan untuk mencari pemain baru. Hanya beberapa pemain lama yang bertahan. “Saya harap ekspektasi suporter juga jangan terlalu besar,” harapnya di Stadion Dwi Windu, Bantul Kamis (5/3).

Seto juga berbicara mengenai rencana perubahan regulasi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Liga 2 musim ini. Rencana perubahan itu di antaranya memindah PSIM ke grup barat. Selain itu, ada rencana peniadaan babak delapan besar pada Liga 2 musim ini.

Menurut Seto, perubahan itu baik untuk membuat kompetisi menjadi lebih kompetitif. Namun, alangkah baiknya jika sosialisasi bisa dilakukan PT LIB dengan jauh lebih cepat. “Ya mungkin bukan cuma PSIM saja yang kaget,” jelas Seto.

Sementara itu, CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto merasa bersyukur bisa mendapatkan sosok pelatih seperti Seto Nurdiyantara. Menurut Bambang, Seto adalah sosok pelatih yang bagus. Sudah diketahui kualitasnya. Bambang menyebut keberhasilan pihaknya itu sebagai jalan yang sudah diatur Tuhan. “Ya kebetulan waktu itu kami masih belum punya pelatih, dan Coach Seto juga sedang tidak terikat dimana mana,” katanya.

Bambang menyatakan target PSIM di musim ini adalah bisa tampil lebih baik dari musim lalu. Terutama dalam hal performa di lapangan, dan hal-hal eksternal seperti bisnis hingga peningkatan dalam kualitas penyelenggaraan pertandingan. “Sementara kami perbaiki dari sisi internal dulu. Syukur kalau nanti promosi ke Liga 1,’’ tandasnya. (kur/din)