RADAR JOGJA – Direktur Penelitian UGM Jogjakarta Mustofa mengamini manfaat ragam rimpang untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Beragam rempah ini meliputi kunyit, jahe, lengkuas dan ragam rimpang lainnya. Seluruhnya dipercaya obat mujarab menghadapi berbagai penyakit.

Walau begitu Mustofa tidak lantas mengamini terkait penyembuhan Corona Virus 2019 (Covid-19). Hipotesa ini perlu penelitian lebih lanjut. Hanya saja dia sependapat jika fungsinya sebagai penguat sistem imun tubuh manusia.

“Secara tidak langsung mungkin bisa, karena sistem kekebalan tubuh jadi optimal. Covid-19 ini kan menyerang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah atau dalam kondisi tidak fit,” jelasnya ditemui di Ruang Sidang Rektorat UGM, Selasa (3/3).

Ragam rimpang, lanjutnya, memiliki senyawa kurkumin. Fungsi dari senyawan ini untuk menekan badai atau produksi sitokin dalam tubuh. Sitokin sendiri memiliki peran penting dalam proses inflamasi. Sitokin ini yang membuat virus menginfeksi paru-paru dan memperparah orang yang terinfeksi.

Badai sitokin yang dimaksud adalah Nidom. Berupa proses biologis dalam paru-paru. Inipula yangb terindikasi dalam penderita Covid-19. Proses ini ditemukan hampir di seluruh penderita positif virus asal Wuhan Tiongkok.

“Secara teoritis, kurkumin memang dapat mencegah badai sitokin, seperti produksi sitokin yang berlebihan yang berhubungan dengan organ. Tapi ya itu perlu penelitian dan kajian lebih mendalam lagi kalau kaitannya dengan Covid-19,” katanya.

Terlepas dari itu, Mustofa tetap menyarankan peningkatan sistem imun tubuh. Tidak hanya dengan obat dan jamu tapi juga pola hidup bersih dan sehat. Selain itu juga rajin berolahraga untuk menjaga stamina tubuh.

Mustofa turut menyampaikan pandangannya terkait anti virus Covid-19. Dalam dunia medis, mutasi virus sangatlah cepat. Bahkan proses ini lebih cepat dari penciptaan anti virus. Sehingga jika tak diatasi secara optimal, virus telah bersifat resisten.

“Bisa lebih cepat menjadi resisten terhadap antibiotik saat bermutasi. Di satu sisi penemuan anti-virus itu sangat lambat karena memang untuk menemukan suatu obat baru itu membutuhkan waktu yang lama dan investasi yang sangat besar. Jadi peningkatan sistem imun adalah solusi yang tepat,” ujarnya. (dwi/tif)