RADAR JOGJA – Wakapolda DIJ Brigjen Pol Karyoto mengatakan, polisi saat ini terus melakukan penyelidikan terhadap tragedi susur sungai Sempor yang menewaskan 10 siswi SMPN 1 Turi, Sleman itu. Penyelidikan untuk memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang memilukan itu.
Dikatakan, saat ini pihaknya sudah memeriksa sebanyak 15 saksi dan seorang tersangka, Isfan Yoppy Andrian (IYA), 36. Tersangka adalah pembina pramuka sekaligus guru olahraga di SMPN 1 Turi. Tersangka Isfan Yoppy Andrian sendiri kini sudah ditahan di Mapolres Sleman.
IYA yang merupakan warga Desa Caturharjo, Sleman, itu dijerat dengan Pasal 359 dan 360 atas kelalaianya hingga menyebabkan meninggalnya orang lain. Selain 10 siswi meninggal, dilaporkan ada 23 peserta lain yang terluka dalam susur sungai itu.
Karyoto menyebut, dalam insiden hanyutnya ratusan peserta susur sungai, ada aspek minimnya pengetahuan tersangka terhadap manajemen risiko. “Pembina tidak paham dengan medan serta potensi bencana di sungai saat musim hujan,” katanya kemarin (23/2).
Selain itu, lanjut perwira tinggi bintang satu ini, tersangka IYA diduga juga tidak memperhatikan apakah para siswa peserta memiliki kemampuan penyelamatan yang mumpuni. Hal itu kemudian berdampak pada jatuhnya banyak korban jiwa. “Dia (pelaku) tidak memperkirakan bahaya yang ada,” ucapnya.
Sementara itu, pihak kepolisian resmi menyerahkan dua jenazah korban terakhir yang ditemukan kemarin (23/2). Jenazah atas nama Yasinta Bunga Maharani, 13, dan Zahra Imelda Salsabilla, 12.
Jenazah diserahkan usai tim forensik melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa kedua korban merupakan peserta susur sungai yang dilaksanakan Jumat (21/2). Suasana penyerahan jenazah begitu haru. Tangis keluarga pun pecah saat jenazah dimasukkan ke dalam ambulans di RS Bhayangkara untuk diantar ke rumah duka.
Wakalpolda Brigjen Pol Karyoto mengaku bersyukur atas ditemukannya jenazah kedua korban. Sehingga dipastikan bahwa semua korban yang berjumlah 10 orang, bisa ditemukan semua.
“Semua sudah clear, tentunya ini atas upaya kerja kerja sama semua elemn masyarakat, ormas, LSM, Basarnas, dan relawan yang dibantu TNI dan Polri,” ujar Karyoto usai penyerahan jenazah di RS Bhayangkara kemarin.

Ditemukan di Dam Matras
Korban Yasinta Bunga, 13, ditemukan di Dam Matras pukul 06.30, 35 menit kemudian di­susul Zahra Imelda, 12, ditemukan di lokasi serupa yang sama.
Kepala Basarnas DIJ Wahyu Effendy menjelaskan, ­pencarian korban terakhir dilakukan ­dengan pembagian section persis ­seperti hari sebelumnya. Disusur mulai section pertama dari titik kejadian. Pencarian yang dimulai sejak pukul 05.00, itu berhasil menemukan korban terakhir di section pertama yang hanya berjarak 400 meter dari lokasi kejadian. ”Kondisi korban ditemukan dalam posisi mengambang,” ungkapnya.
Berkaca dari kejadian itu, ­Humas Basarnas DIJ Pipit Eriyanto menyampaikan sejumlah catatan. Khususnya untuk pengelola ­wisata yang harus mengedepankan keselamatan bagi wisatawan. Seperti wisata sungai di mana pihak pengelola harus menyediakan pelampung atau safety jacket. Sedangkan untuk wisata vertikal, bisa dengan menyediakan safety equipment.
Untuk kegiatan kepramukaan, khususnya pembina, juga harus melaksanakan kegiatan dengan memperhatikan aspek alam dan cuaca. Selain itu, sebelum adanya kegiatan pihak terkait harus memberikan informasi kepada peragkat desa, Polsek maupun Koramil. ”Setidaknya jangan lupa matur ke jajaran terkait untuk mengetahui adanya ­kegiatan,” ungkap Pipit.
Setelah ditemukannya seluruh korban laka air, Bupati Sleman Sri Purmomo (SP) resmi menutup Posko SAR Gabungan di Dusun Dukuh, Donokerto,­ ­Turi, sejak pukul 08.00. Tidak lupa SP menyampaikan terima kasih kepada Basarnas, TNI, Polri dan kepada seluruh relawan yang selama dua hari dua malam telah melakukan upaya ­maksimal dalam membantu proses pencarian dan evakuasi.
”Terima kasih. Sekaligus kami juga bersedih, karena anak-anak kami ditemukan dalam ­kondisi meninggal dunia,” tutur SP.
Mewakili jajaran Pemkab ­wSleman, SP pun menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, baik media massa, relawan dan lainnya, yang tidak bisa dilayani sebaik-baiknya oleh pemkab. ”Kami mohon maaf,” katanya. (inu/eno/laz/by)