RADAR JOGJA – Kehadiran Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X di Pendapa Rumah Dinas Bupati Purworejo Sabtu malam (22/2) bukan kunjungan biasa. Figur yang juga bertakhta sebagai raja Keraton Jogjakarta tersebut menegaskan kunjungan tersebut memiliki makna mendalam karena merajut kembali tali budaya Mataraman. Selain itu, merangkai kembali kesejarahan Mataram.

Hal itu disampaikan HB X saat memberikan sambutan di hadapan delegasi Pemprov DIJ yang telah melaksanakan Muhibah Budaya Mataraman di Purworejo. Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Kebudayaan DIJ sejak Selasa (18/2).

“Jika membuka lembaran sejarah, hubungan Jogja dan Purworejo itu sudah terjalin sejak zaman dahulu,” tutur HB X.

Semasa perang Diponegoro pada 1825 hingga 1830, tegas HB X, Purworejo merupakan basis pertahanan yang tangguh di bawah komando panglima termuda berusia 17 tahun yakni Sentot Alibaysah Prawirodirjo. Demikian pula saat perang kemerdekaan, Purworejo menjadi basis pertahanan Tentara Rakyat Indonesia.

“Purworejo yang tergabung dalam Dulangmas, jika tertaut dengan segitiga Joglosemar akan menjadi sebuah kawasan budaya yang tangguh,” tambahnya.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengungkapkan, kedekatan hubungan kedua wilayah sudah terjalin baik sejak zaman dahulu. Itu dimulai sejak masyarakat Bagelen atau sekarang masyarakat Kabupaten Purworejo.

Hubungan yang terjalin tidak hanya berupa bantuan spritual. Hubungan juga berupa pengerahan bala bantuan sebagai peran serta masyarakat Kabupaten Purworejo sebagai wujud kecintaan terhadap Mataram Jogjakarta.

Bahkan, istri Raja Mataram waktu itu memberikan penghargaan berupa pembangunan Masjid Santren yang berlokasi di Bagelen. Masjid tersebut masih berdiri dan dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah masyarakat sampai saat ini.

“Ke depan, jalinan kerja sama antarkedua wilayah akan kita susun yang saling menguntungkan secara ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuh Bupati.

Dalam kesempatan itu, Agus Bastian mengatakan, muhibah budaya Mataraman sejalan dengan program Romansa Purworejo yang berupa tahun kunjungan wisata. Apalagi, Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) berada tepat diperbatasan Kabupaten Purworejo. Romansa Purworejo pun daat menjadi pilihan program untuk memajukan sektor pariwisata.

Pemkab telah membangun destinasi wisata unggulan seperti Heroes Park dan Pantai Dewaruci di Jatimalang Selain itu, ada Bukit Seribu Besek, Gua Seplawan, dan Curug Gunung Putri.

“Kita berharap akan menjadi kota kedua setelah Jogjakarta, sebagai tempat tujuan wisata,” imbuh Bupati. (udi/amd)