RADAR JOGJA – Suasana duka begitu terasa di rumah orang tua Rian Haryanto, 15, di Pedukuhan Sogan II, Kelurahan Sogan, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Minggu (23/2). Rian merupakan salah satu korban tenggelam di underpass Kulur, anak sulung pasangan Haryanti dan Agus Santoso.

Jenazah Rian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Sogan sekitar pukul 13.00. Ratusan pelayat ikut mengantarkan kepergiannya untuk yang terakhir kalinya. Beberapa karangan bunga juga terpasang di dekat rumah duka.

TPU Sogan tidak jauh dari rumah duka, hanya berjarak sekitar 50 meter berjalan kaki. Pemakaman korban terakhir yang ditemukan dalam musibah underpass Kulur ini menjadi perhatian banyak orang. Terlebih ia merupakan korban yang sedianya merayakan ulang tahun, dan menjadi korban saat teman-temannya ingin memberikan kejutan berujung maut.

Kepergian Rian, meninggalkan kesedihan dan duka mendalam bagi kedua orang tua dan orang-orang terdekat. “Kami sudah menyiapkan hidangan di rumah untuk acara ulang tahun Rian, tapi mereka pergi ke underpass dan ada kabar musibah seperti ini,” ucap ayahanda Almarhum Rian, Agus Santoso usai pemakaman, Minggu (23/2).

Agus mengenang, dimatanya Rian merupakan anak yang baik, kepergiannya juga tidak meninggalkan kesan yang negatif bagi keluarga. “Kalau ditanya firasat, kemarin sebelum kejadian Rian agak berbeda, tidak biasanya ia mencucikan pakaian ibunya,” ucapnya.

Diharapkan, musibah yang dialami Rian menjadi musibah yang terakhir. Dia juga meminta kepada pemerintah dalam hal ini pihak terkait untuk memperhatikan kondisi underpass Kulur yang telah menghilangkan nyawa anak kesayangannya.

“Saya berharap ini kejadian yang terakhir, cukup anak saya yang menjadi korban, jangan sampai ada lagi. Tolong pemerintah, kalau mau difungsikan diperbaiki, kalau tidak yang ditutup saja atau di ratakan,” harapnya.

Paman korban, Ardi Prasetyo menambahkan, kepergian korban cukup mengagetkan. Ia juga berpikir sama, musibah ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, meskipun hidup dan mati sudah menjadi garis Tuhan.

“Saya juga tahu, di rumah sudah menyiapkan makan untuk ulang tahun Rian, tapi sebentar mereka keluar, tidak tahu kalau mereka ke underpass, jaraknya hanya lima menit dari rumah, dan musibah itu terjadi,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rian ditemukan paling akhir selang sau jam setelah temannya Tegar Qurahman ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya selamat setelah dilarikan ke RSUD Wates dan dirujuk ke RSUP Dr Sardjito. Ketiga korban tenggelam Sabtu (22/2) sekitar pukul 17.00 di underpass Kulur yang tergenang air sedalam sekitar tiga meter.  (tom/bah)