RADAR JOGJA – Pencarian siswa SMPN 1 Turi yang jadi korban susur sungai resmi dihentikan setelah semuanya ditemukan. Sebanyak 239 siswa dinyatakan selamat, sedangkan 10 siswa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Siswa terakhir yang ditemukan adalah Zahra Imelda, 12, di Dam Matras.
Mendapatkan kabar dari Tim SAR terkait penemuan jasad Zahra, keluarga bergegas menuju RS Bhayangkara. Ayah Zahra, Prasetyo Budi, mengaku lega jasad putrinya bisa ditemukan. Meskipun dengan keadaan telah meninggal dunia, Budi mencoba tabah dan mengikhlaskan.
Budi yang bekerja di Jawa Timur mengaku mendapatkan kabar musibah yang menimpa Zahra sejak Jumat (21/2) sore, dari putri keduanya. Setelah itu, ia bergegas kembali ke Jogjakarta. “Tiba di Jogja Sabtu dinihari,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Kenteng, Wonokerto, Turi, sebelum pemakaman.
Zahra dimakamkan kemarin (23/2) pukul 13.00 bersebelahan dengan anak Budi yang pertama. Tak lain kakak pertama Zahra.
Sebelum jasad Zahra ditemukan, Budi mengaku ikut melakukan penyisiran di wilayah Sungai Sempor. Selain itu dibarengi dengan adiknya, Budi memastikan informasi terkait Zahra ke SMPN 1 Turi, Puskesmas Turi maupun ke Posko SAR Gabungan.
Sosok Zahra yang lugu, penurut, dan pendiam sulit untuk dilupakan Budi. Terlebih ia yang jarang mendapatkan libur dari perusahaan swasta tempatnya bekerja, membuat Budi jarang bertemu dengan anaknya. Ia terakhir pulang ke Kenteng dua tahun silam saat ayahnya meninggal.
Meskipun saat ini Zahra sudah tiada, Budi tidak menampik jika nanti akan ada proses hukum yang berjalan ke pihak sekolah. “Kalau ada proses hukum, ya monggo,” tutur Budi. (eno/laz/by)