RADAR JOGJA – Satu dari ratusan relawan pencarian korban tragedi susur sungai adalah Galih Wicaksono, 37. Dia relawan dari Baznas Tanggap Bencana. Turut andil dalam pencarian korban, Galih bersama timnya berhasil menemukan korban Arvita Putri di section I, Jumat (21/2).
Persis berada di jembatan sisi ke barat, tubuh korban tersangkut pada tanaman. Sebelumnya, secara mandiri warga dan PMI Sleman telah menyisir lokasi, utamanya di sisi selatan Puskesmas Turi. “Saya tidak tahu nama tanamannya,” jelas Galih yang ditemui usai melakukan pencarian korban di hari terakhir kemarin (23/2).
Menurut Galih, cuaca Jumat malam sempat turun hujan. Tim SAR Gabungan juga mewaspadai situasi Gunung Merapi. Maka ada teknik khusus dalam penyisiran dengan melakukan pantauan dari bagian atas. Ada pihak yang akan memberikan kode saat mulai turun hujan. Untuk memungkinkan semua tim bisa naik sebelum banjir bandang tiba.
Selain itu, setiap tim dibekali catatan penting untuk mengenali korban. “Melalui ciri-ciri pakaian seperti badge atau lencana,” tambah Galih.
Area penyusuran Galih bersama timnya mulai dari Sungai Sempor yakni di sekitar lokasi kejadian sampai aliran Tempuran Bedog-Sempor. Yang menjadi kendala di wilayah pencariannya adalah sungai yang memiliki sejumlah palung. Baik berada di tengah maupun pinggir sungai.
Lebar palung juga bervariasi. Dengan tinggi bisa mencapai empat meter. Saat kondisi kering, palung sungai akan nampak seperti bekas galian pasir. “Jalur sungai dangkal, nanti ada palung, nanti dangkal lagi,” ungkap Galih.
Selama proses pencarian, Galih yang juga anggota tim Sispala Arwacala SMAN 11 Jogja itu tak lupa membekali diri dengan peralatan keselamatan. Mulai dari tali, helm, dan jaket. Serta galah yang digunakan untuk mengecek kedalaman palung. (eno/laz/by)