Profil Anggota DPRD Bantul
Lebih Dekat dengan Novi Sarhati

Kiprah Novi Sarhati di panggung politik baru dimulai pada Pemilu 2019. Satu dari tiga perempuan yang menjadi anggota DPRD Bantul periode 2019-2024 ini berangkat dari Daerah pemilihan Bantul Dua. Yakni Banguntapan-Piyungan.

Kendati sebagai wajah baru, politikus Partai Gerindra ini begitu peduli terhadap konstituennya. Salah satunya terlihat saat masa reses pertama anggota DPRD Bantul Tahun Anggaran 2020. Novi yang masih menjalani rawat inap di RSUP Sardjito itu tetap keukeuh menghadiri masa reses. Dia ingin membersamai konstituennya dalam reses yang diselenggarakan di balai RT 05 Dusun Tegal Tamanan, Kalurahan Tamanan, Banguntapan, Sabtu (22/2) tersebut.

Tak pelak, kehadiran ibu tiga anak ini membuat seisi ruangan terharu. Novi diantar beberapa perawat rumah sakit dan anggota keluarganya. Lantaran kondisinya lunglai. Duduk pun tak sanggup. Apalagi berdiri atau berjalan. Novi hanya rebahan di atas ranjang rumah sakit. Yang sengaja dibawa khusus untuk mengantarnya ke ruang pertemuan.

“Ini adalah tanggung jawab besar yang harus saya jalankan,” tutur Novi saat reses.

Ya, anggota Komisi A DPRD Bantul itu sejak Rabu (12/2) masuk ke RSUP Sardjito. Dia harus menjalani tindakan medis radioterapi. Itu setelah Novi didiagnosa mengalami pengapuran tulang belakang.

“Dokternya berencana melakukan radioterapi sepuluh kali. Hingga sekarang baru tiga kali yang berjalan,” ucapnya.

Dengan kondisi yang jauh dari prima itu, Novi tetap mendengar satu per satu aspirasi konstituennya. Sebagian ada yang mengusulkan perbaikan sarana infrastruktur dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Ada pula yang meminta pembangunan instalasi air bersih di wilayahnya.

Novi berjanji bakal menindaklanjuti berbagai aspirasi konstituennya itu.

“Wakil rakyat tugasnya memang sebagai penyambung lidah warganya,” katanya.

Perempuan yang juga anggota Bhayangkari Polda DIJ ini melihat, pekerjaan rumah di dua wilayah dapilnya berbeda. Persoalan di kecamatan Banguntapan, misalnya. Wilayah aglomerasi ini seputar perbaikan jalan, LPJU, hingga drainase.

Sedangkan persoalan utama yang mendesak di Kecamatan Piyungan adalah keberadaan instalasi pengelolaan air bersih yang memadai. Sebab, sebagian wilayah Kecamatan Piyungan rutin mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Saking parahnya, Novi rutin menyalurkan bantuan droping air bersih.

Karena itu, istri R Setyono Wibowo ini berkomitmen bakal memperjuangkan pembangunan instalasi bersih di wilayah Piyungan.

“Sebagian jalan kampung di Piyungan juga perlu dicorblok dan dipasang LPJU,” jelasnya. (zam)