RADAR JOGJA – Kecelakaan dengan jip wisata dalam lava tour di Lereng Merapi, kembali terjadi. Kali ini menimpa rombongan wisatawan asal Jawa Barat. Jip yang ditumpangi keluar dari jalur aspal di medan curam, lalu terjungkal ke sebuah pekarangan kosong.

Kecelakaan ini terjadi di sekitar penginapan Budi Rejeki, Dusun Pangukrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Rabu (18/2). Akibatnya, lima wisatawan mengalami luka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kelima wisatawan itu adalah Ahmad Ismail, 16, luka paha kiri dan sobek bibir bagian bawah; Alif Afzal, 16, memar di kepala dan opname di RS Pantirapih; Muhammad Rafid, 16, sobek pelipis kiri dan bengkak dahi kiri; Bagus Eka, 15, sobek ruas jari tangan dan nyeri bahu bagian kanan, serta Ariqoh Maulana, 17, jempol tangan kanan-kiri memar.

Kanit Lantas Polsek Pakem Iptu Suharno mengungkapkan, kelima korban adalah pelajar yang sedang berlibur di Lereng Merapi. Sedangkan sopir jip wisata atas nama Yudi Nugroho, 24, warga Gunungkidul mengalami lecet kaki kanan dan harus dirawat di RS Panti Nugroho, Pakem.

Untuk penyebab kecelakaan, diduga karena rem blong saat berada di jalur curam. Dugaan lain, sopir jip kurang piawai dalam mengendalikan kendaraan karena saat dicek, rem tangan dalam berfungsi. “Mungkin sopir panik dan lupa menggunakan rem tangan,” ujarnya di lokasi kejadian Rabu (19/2).

Pantauan Radar Jogja di TKP, mobil Toyota Land Cruiser Hardtop itu diduga sempat melompat sepanjang 10 meter karena melewati gundukan tanah yang ada di sekitar lokasi. Hingga kemudian jip jatuh dengan posisi bagian depan terlebih dahulu.

“Kondisinya terbalik, mobil bernopol B 2961 CF itu mengalami rusak as kanan dan bodi kanan lecet. Dari penyelidikan diduga sopir mengalami rem blong, lalu membanting stir ke kanan kemudian terjadi laka tunggal,” kata Suharno.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Bambang Sugeng mengaku sangat prihatin dengan adanya kejadian ini. Dia mengatakan sudah mengingatkan kepada para anggotanya untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum dioperasikan.

Adanya kejadian, kata Bambang, tentu menjadi evaluasi bagi pihaknya untuk lebih mengutamakan keselamatan. Serta meningkatkan kesiapan dan kemampuan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan pengangkut wisatawan.

Terkait nasib para korban, pihaknya berjanji akan bertanggung jawab penuh. Perihal pengobatan maupun perawatan di rumah sakit. “Untuk wisata kami sudah terjamin asuransi. Jadi pasti ada bentuk pertanggungjawaban dari kami,” ungkapnya. (inu/laz)