Kawasan Gunung Tidar memiliki banyak potensi. Aneka tanaman yang tumbuh mempunyai berbagai manfaat. Kawasan tersebut juga layak menjadi destinasi wisata.

AHMAD SYARIFUDIN, Magelang – Radar Jogja

RADAR JOGJA – Gunung Tidar memilki banyak fungsi. Salah satunya adalah fungsi konservasi. Fungsi ini melekat dalam rangka menjadikan Gunung Tidar sebagai kebun raya.

Untuk memenuhi Gunung Tidar sebagai kawasan konservasi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Gunung Tidar membuka diri untuk kegiatan penanam pohon. ”Kami terbuka jika ada instansi yang akan melakukan penanaman pohon,” jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Gunung Tidar Agus Suprijanto.

Ada beberapa pohon langka yang bisa ditanamkan di Gunung Tidar sehingga menambah keanekaragaman hayati di Gunung Tidar. Di antaranya, kemiri, nogosari, cendana, mundu, gowok, dan namnaman. ”Karena sudah mulai jarang. Ini bisa jadi salah satu ketertarikan,” jelasnya.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan penelitian pada 2016. Salah satu peneliti yakni Imam Surya menjelaskan, terdapat 110 jenis tumbuhan yang sengaja ditanam saat reboisasi pada 1960-an maupun yang tumbuh alami. Dari jumlah tersebut, 52 jenis di antaranya memiliki potensi sebagai tanaman pangan, hias, obat, dan bahan baku industri.

Ekosistem yang terbentuk tersebut memiliki banyak kelebihan. Salah satunya adalah terbentuknya vegetasi yang bertingkat (multistrata) mulai pohon dewasa, pohon muda, anakan, dan tumbuhan bawah. Selain itu, tingkat keanekaragaman tumbuhan mulai meningkat. Terutama pohon muda, anakan, dan tumbuhan bawah.

Awalnya Gunung Tidar hanya ditumbuhi rumput glagah. Lantas, pada 1960-an ditanami pohon pinus, khaya, kecrutan, dan mahoni. Dari ekosistem yang terbentuk, tumbuh pula secara alami awar-awar, beringin, dan lawe.

Berbagai tanaman tersebut diklasifikasikan ke dalam tujuh kategori. Yakni, taman kehormatan, taman hias, taman budaya, rumah kaca anggrek, taman etnobotani/obat, taman buah, dan taman survival.

Setiap kategori tersebut dapat menjadi daya tarik wisatawan sebagai wisata flora. ”Maka dari itu, perlu dikembangkan pula rute wisata flora di Kebun Raya Gunung Tidar, yang akan merujuk pada taman tematik maupun koleksi-koleksi yang ditata sesuai dengan fungsinya,” jelasnya. (amd)