RADAR JOGJA- Enam orang ditangkap jajaran Polsek Depok Barat karena melakukan tindak penganiayaan kepada seorang mahasiswa. Mereka adalah Isdaryanto, 29; Eko Saputro, 42; Danang Fembriana, 29 ; Kasbudiantoro, 38; Andreas Dion Pranata, 32 dan inisial RI, 17.

Korbannya Roni Mangiri, 21, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaran (STTKD) Jogjakarta asal Kalimantan Utara dan dua  orang karyawan restoran makan, AR dan AL.

Kapolsek Depok Barat Kompol Rahmadiwanto mengungkapkan, aksi penganiayaan itu terjadi Selasa (14/2) lalu sekitar pukul 03.30. Lokasinya di restoran Ayam Di Madu, Jalan Seturan, Depok, Sleman.

Kronologi awal penganiayaan oleh sekelompok pemuda itu dari selisih paham antara pelaku berinisial RI dan seorang karyawan restoran. Penyebabnya karena karyawan restoran yang belum diketahui identitasnya itu meneriaki tersangka dengan sebutan klithih (pelaku kekerasan jalanan).

“Jadi saat itu pelaku yang masih anak-anak wira-wiri di depan restoran, lalu pegawai restoran bilang klithih dan didengar pelaku. Karena tidak terima terus terlibat cekcok,” ujarnya di Mapolsek Depok Barat, Selasa (18/2).

Saat terlibat selisih paham dengan pegawai restoran itu, lanjut Rahmadiwanto, pelaku RI kemudian memanggil rekannya yang berjumlah lima orang untuk membuat perhitungan dengan pegawai itu. Di mana hal itu diketahui oleh korban Roni Mangiri dan direkam dengan handphone dari dalam mobil.

Merasa tidak terima aksinya direkam, kata Kapolsek, keenam pelaku kemudian meminta korban untuk menghapus videonya. Setelah itu, mahasiswa STTKD itu ditarik keluar dari mobil dan dikeroyok. Korban dipukul dengan kursi kayu pada bagian kepala.

Tak cukup memukuli, pelaku RI juga mengambil HP milik korban yang pada saat itu tertinggal usai dilerai warga. “Yang mukul pakai kursi kayu tersangka berinisial DF. Korban luka di bagian kepala dan mendapat lima jahitan, sedangkan HP korban dibawa RI,” jelas perwira polisi ini.

Usai korban melapor dan dilakukan penyelidikan, para pelaku kemudian berhasil dibekuk Selasa (18/2) pukul 08.00 di daerah Babasari, Depok, Sleman. Kapolsek menyatakan, saat diamankan keenam pelaku diketahui sedang dalam pengaruh minuman beralkohol (mihol).

Atas tindakannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan dan atau Pasal 362 tentang Pencurian yang ancamannya penjara tujuh tahun.

Kapolsek menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Guna memastikan apakah para pelaku juga menganiaya pegawai restoran di TKP. “Kami sedang mencari keterangan pegawai restoran, apakah jadi korban atau tidak. Namun saat petugas mencoba mendatangi, pegawai itu sudah pulang ke Kuningan, Jawa Barat,”  ungkapnya. (inu/laz)