RADAR JOGJA – Pasokan air dari PDAM Magelang sempat tersendat. Pelanggan pun mengeluh.

Direktur PDAM Kota Magelang Mochamad Haryo Nugroho segera merespons. Dia menjawab berbagai keluhan pelanggan yang mengemukakan tersendatnya pasokan air.

Menurutnya, saat ini terjadi penurunan pasokan air mencapai 60 persen. Kondisi tersebut disebabkan berbagai faktor. Pemicunya bukan semuanya disebabkan kebocoran pipa. Ada kemungkian hal tersebut disebabkan penurunan debit air dari sumber air.

”Memang pipa yang ada sudah tua. Tapi, penggantiannya memerlukan dana yang besar,” jelasnya saat ditemui di kantornya Selasa(18/2).

Total panjang keseluruhan pipa untuk menyalurkan air dari sumber air sampai ke rumah-rumah pelanggan mencapai 21 ribu meter. Banyak di antaranya sudah melewati masa pakai pipa.

Haryo memperkirakan, pipa yang digunakan telah berumur lebih 30 tahun. Padahal, masa pakai pipa asbes hanya berkisar 15 tahun.

Dia menegaskan, penggantian pipa memerlukan dana sangat besar. ”Kami mengganti pipa 800 meter saja sampai Rp 1 miliar,” jelasnya.

Meski demikian, Haryo memastikan PDAM Magelang tetap berusaha melakukan penggantian pipa secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kebocoran.

Namun, menurutnya, kebocoran tidak hanya terjadi pada pipa. Kebocoran juga dapat terjadi di meteran air sehingga tidak mengukur keluarnya air sebagaimana mestinya.

Dia memperkirakan, penurunan debit air tidak terlalu banyak disebabkan oleh kebocoran. Penurunan debit air lebih dipicu berkurangnya pasokan dari sumber air.

Setidaknya, ada tiga sumber air yang saat ini memasok kebutuhan air di Kota Magelang. Di antaranya, Wulung, Kalegen, dan Tuk Pecah. Ketiga sumber air itu mengalami penurunan debit yang cukup signifikan.

Evaluasi mengenai pelayanan PDAM sempat mengemuka dalam Refleksi 9 Tahun Wali Kota pada Senin lalu (17/2). Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta persoalan pasokan air ke pelanggan perlu segera diselesaikan.

Menurutnya, berbagai aspek perlu dikalkulasi agar kebutuhan air warga Kota Magelang terpenuhi. ”Masak melayani tangki sampai 11 malam (pukul 23.00). Harus bisa merumuskan kebutuhannya berapa ribu meter kubik, sumbernya berapa, kebocorannya berapa. Karena, air sangat vital,” jelasnya. (asa/amd)