RADAR JOGJA – Desa Condongcatur, Depok, Sleman dinilai sangat baik oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI sebagai Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar). Indikatornya, Condongcantur telah memiliki relawan anti narkoba, fasilitas komunikasi dan informasi yang memadai terkait pencegahan. Serta tersedianya agen pemulihan dan perangkat desa yang aktif mengampanyekan bahaya narkoba.”Dengan sudah terpenuhinya berbagai aspek tersebut, penyebaran maupun pencegahan penyalahgunaan narkoba bisa diminimalisasi,’’ kata Direktur Advokasi BNN RI Brigjen Pol Supratman, di sela kunjungan di Balai Desa Condongcatur, Rabu (12/2).

Menurut Supratman, Desa Condongcatur di bawah kepemimpinan Reno Chandra Sangaji sudah masuk kategori hampir sempurna sebagai salah satu Desa Bersinar di Indonesia.  Desa Besinar adalah salah satu program BNN RI untuk menciptakan keamanan lingkungan desa untuk mencegah bahaya narkoba.

Reno Chandra Sangaji mengatakan, desa yang dipimpinya memang sudah dicanangkan sebagai Desa Bersinar sejak 2018 lalu. Predikat ini dia anggap sebagai tantangan untuk menciptakan Condongcatur bersih dari narkoba.

Adapun upayanya, dibentuk kerja sama dengan komunitas, lembaga kampus negeri maupun swasta dan tokoh masyarakat guna menciptakan program pencegahan narkoba. Selain itu, Desa Condongcatur juga rutin menggelar kegiatan bersepeda atau gowes bersama.

Menurutnya, kegiatan gowes adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah peredaran narkoba di desanya. Hal itu, karena gowes adalah kegiatan yang sangat digemari oleh berbagai kalangan. Kader anti narkoba di Desa Condongcatur juga rutin mengampanyekan bahaya narkoba. “Yakni melalui kegiatan tur anti narkoba ke berbagai wilayah Indonesia,” tambahnya.

Direktur Informasi dan Edukasi Deputi Pencegahan BNN RI Brigjen Pol Purwo Cahyoko menyampaikan, perangkat desa bisa menggunakan APBD maupun kucuran dana desa untuk memaksimalkan program pencegahan narkoba di desa. (inu/din)