RADAR JOGJA – Pejabat pembuat komitmen (PPK) di Pemerintah Kota Magelang dilatih menyusun harga perkiraan sendiri (HPS). Selain itu, mereka juga dilatih menyusun dokumen kontrak barang dan jasa.

Pelatihan tersebut dilaksanakan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Magelang. Kegiatan tersebut diselenggarakan Hotel Atria Magelang kemarin (12/2).

”Kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi SDM di bidang pengadaan barang dan jasa, khususnya mengenai HPS,” jelas Plt Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Magelang Wahyu Tri Prasetyo.

Menurutnya, dokumen yang sudah diunggah oleh PPK melalui sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) versi 4.3 terkadang masih ada yang perlu penyempurnaan. Untuk itu, pelatihan ini perlu diadakan guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman cara menyusun spesifikasi teknis dan rancangan kontrak pengadaan barang dan jasa di Kota Magelang.

Wahyu menegaskan, rancangan kontrak yang selama ini di-upload terkadang banyak yang masih kosong. Bahkan, terkadang ada item penting yang belum diisi. Padahal, rancangan kontrak ini mempengaruhi nilai penawaran penyedia barang dan jasa.

Misalnya, ujar dia, terkait uang muka. Uang muka sering tidak disebutkan PPK di draf kontrak.

Ia menyebutkan acara tersebut diikuti oleh 50 orang PPKom dan unsur pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Magelang. Adapun narasumber yang dihadirkan Harry Sri Kahartan Wijaya, Kepala Subdirektorat Pemerintah Daerah Wilayah Timur-Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito berharap melalui kegiatan ini para peserta mampu mengkaji dan memahami HPS. Dia mengapresiasi para PPK dan aparatur sipil negera yang bekerja profesional sehingga pengadaan barang dan jasa tidak ada yang putus kontrak selama kepemimpinannya.

“Selama kita memimpin, tidak ada pengadaan barang dan jasa yang putus kontrak. Bukan karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota, tapi karena unsur pimpinan, PPK, dan teman-teman ASN yang punya sertifikasi pengadaaan barang dan jasa, melaksanakannya dengan profesional,” katanya.

Sigit meminta mereka tetap mempertahankan profesionalitas. Selain itu, menjalin sinergi yang baik dengan unsur pimpinan. (asa/amd)