RADAR JOGJA – Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang bakal menjalani pendidikan dasar (diksar). Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) di Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mulai hari ini (13/2) sampai Rabu (18/3) mendatang.

”Para pengasuh untuk selalu melaksanakan pengawasan melekat kepada taruna dan taruni peserta diksar dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan pada setiap materi dan tahapan kegiatan,” ungkap Gubernur Akmil Magelang Mayjen TNI Dudung Abdurachman Rabu (12/2).

Salah satu keterampilan yang diajarkan dalam diksar yakni terjun payung. Khususnya, untuk para taruna tingkat IV/Sermatutar. Terjun payung sebagai bagian keterampilan dan kemampuan dalam olah keprajuritan.

”Diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, baik secara teori maupun praktik, sesuai dengan ketentuan Dikbangspes Dasar Para,” jelasnya.

Dudung berharap, melalui kegiatan ini para taruna lebih siap dan memiliki kepercayaan diri tinggi untuk ditugaskan pada satuan-satuan jajaran TNI Angkatan Darat. Untuk bertugas di TNI AD, tegasnya, membutuhkan kualifikasi Dasar Para.

”Latihan ini memerlukan kesiapan fisik, mental, keberanian, kesehatan yang prima, serta kemampuan jasmani yang samapta. Selain itu, perlu dipahami pula, latihan ini merupakan salah satu latihan yang memiliki risiko cukup tinggi,” jelasnya.

Gubernur Akmil juga berpesan para taruna mengawali setiap kegiatan dengan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Hal itu sebagai landasan moral dan spiritual dalam menghadapi setiap kegiatan latihan.

”Memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan diri serta perlengkapan, menaati segala instruksi para pelatih, serta tidak takut dan ragu untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti, guna memperoleh pemahaman yang jelas dan utuh,” jelasnya.

Semua tarina juga wajib mematuhi ketentuan dan aturan yang berlaku di pusdikpassus. Mereka diharapkan menampilkan sikap dan perilaku sebagai seorang taruna dan taruni Akademi Militer sehingga citra Akademi Militer tetap terjaga. (asa/amd)