RADAR JOGJA – Kabupaten Magelang merupakan wilayah dengan potensi bencana lumayan tinggi. Hal tersebut tecermin dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang tentang bencana yang terjadi Januari 2020. BPBD mencatat setidaknya 65 bencana terjadi bencana.

Bencana paling banyak terjadi berupa tanah longsor. Jumlahnya mencapai 45 kejadian.

”Kami terus melakukan koordinasi agar berbagai bencana dapat ditanggulangi,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto saat dihubungi kemarin (12/2).

Bencana yang juga sering terjadi yakni angin kencang. Jumlanya mencapai 13 kejadian.

Banjir terjadi sekali. Yakni, di Dusun Tuwaran, Desa Wonogiri, Kecamatan Kajoran.

Selain itu, terdapat enam kejadian kebakaran rumah. ”Dari berbagai kejadian tersebut, empat puluh rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang. Selain itu, ada enam infrastruktur rusak ringan dan satu orang luka ringan,” jelasnya.

Hujan membuat bencana tanah longsor terus berlanjut. Rumah milik Sudiyono, 63, di Dusun Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, terdampak. Hujan dengan intensitas sedang-lebat sejak pukul 11.00 pada Kamis (6/2) lalu menyebabkan tanah longsor dan menimpa rumah tersebut.

Selain itu, angin kencang yang terjadi Jumat (7/2) lalu menyebabkan empat rumah rusak di Dusun Ngampel, Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman. Di antaranya, rumah milik Haryoko, 42; Wasini, 70; Fatkhul, 38; dan Nasrodi, 62.

”Bencana ini juga menyebabkan pohon tumbang yang mengenai rumah. Lalu ada gedung sekolah rusak ringan pada bagian atap,” jelas Edy. (asa/amd)