RADAR JOGJA – Sejak muncul rekomendasi rehap ulang proyek revitalisasi pembangunan Bangsal Sewokoprojo, Wonosari,  Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul ‘buka koper’ lagi. Selaku pengguna anggaran organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut,  menargetkan perbaikan ulang selesai bulan ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Agus Kamtono menjelaskan evaluasi dari Tim Administrasi Pembangunan (TAP) melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Permukiman dilakukan perbaikan ulang. ”Kami undang rekanan dan konsultan pengawas untuk kembali melihat pekerjaannya,” kata Agus di sela mendampingi monitoring TAP dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Permukiman Kabupaten Gunungkidul di lokasi proyek Rabu (12/2).

Mantan kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Pemkab Gunungkidul itu menjelaskan, beberapa rekomendasi yang telah dibuat TAP dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan ulang. Isi rekomendasi, diantaranya perbaikan sambungan plafon yang tidak pas, sambungan tidak simetris, dan cat ulang. “Sekarang didempul, cuma hampir semuanya ini. Nanti dicat ulang semua,” ujarnya.

Artinya, untuk semantara waktu bangunan Cagar Budaya Bangsal Sewokoprojo sebagai  ikonnya Gunungkidul tidak digunakan terlebih dahulu sampai perbaikan selesai. ”Sekarang masih masa pemeliharaan sampai Juni, target perbaikan akhir bulan selesai,” jelasnya.

Menurut Agus, ketidakberesan proyek revitalisasi pembangunan yang menelan anggaran  sekitar Rp 925 juta dari awal sudah terlihat. Namun, berkaitan dengan temuan selaku user, pihaknya jauh hari sudah memerintahkan konsultan pengawas.

“Pada saat pembangunan ini, konsultan pengawas kan seharusnya betul-betul jalan. Hanya, sebagai kepanjangan tangan saya, ini kelihatannya tidak maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan (AP) Setda Kabupaten Gunungkidul, Hermawan Yustianto ketika ditemui di sela pengecekan terlihat tidak puas dengan perbaikan kali kedua itu.

“Menurut saya, kalau pun didempul ya bukan dempul kayu, tapi menggunakan dempul plastik. Takut saya, dempul kayu lama kelamaan retak juga nanti,” kata Hermawan Yustianto. (gun/bah)