RADAR JOGJA – Penataan pedestrian Jalan Sudirman segmen barat, dari Jembatan Gondolayu hingga Tugu Jogja mulai disosialisasikan. Direncanakan proyek ini dimulai April mendatang.

Mendengar rencana itu, sejumlah PKL yang sudah puluhan tahun berjualan di kawasan tersebut resah. Sebab, mereka harus pindah lokasi.”Saya tidak tahu mau pindah ke mana,” ujar Lasmi salah seorang PKL.
Warga Gondolayu, Jogoyudan, Jetis itu menyebut berjualan warung kelontong dan bensin eceran ini sebagai penopang hidupnya.
Jika harus beralih ke dagangan lain membutuhkan modal baru lagi. Juga membutuhkan tenaga dan biaya tambahan untuk pindahan lapak.
Camat Jetis Sumargandi mengatakan ada 21 PKL di wilayah Jetis yang berjualan sebagian besar adalah PKL kuliner. Semuanya harus dipindah karena setelah pedestrian selesai direvitaalisasi ada larangan aktivitas PKL berjualan di trotoar. “Kalau bisa mereka menempati los-los pasar yang masih kosong,” katanya.
Menurutnya rencana memasukan PKL ke pasar-pasar adalah solusi karena trotoar di wilayah Kecamatan Jetis rat-rata sudah penuh semua. Namun jika PKL mencari lokasi sendiri yang memungkinkan misalnya pada lahan kosong, harus meminta izin kepada pemilik persil.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono mengatakan pihaknya mengizinkan PKL tersebut masuk ke los pasar.
Pasar terdekat wilayah Jetis yaitu Kranggan, Pingit, Karangwaru, dan Terban. Dia siap melakukan inventarisasi pedagang untuk menyediakan los pasar yang masih bisa dimanfaatkan sebagai lokasi relokasi PKL. “Semata-mata kami tidak menawarkan, ini bagian dari solusi kebijakan pemerintah daerah,” ucapnya.(wia/din)